DPC PKB Majalengka Siap Menangkan SBY

June 13, 2009

DPC PKB Kabupaten Majalengka kini telah mempersiapkan organ partai untuk menggoalkan pasangan SBY-Boediono dalam Pilpres mendatang. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh ketua DPC PKB Majalengka, Nasir, S.Ag. kepada beberapa wartawan, sabtu (13/6) kemarin di sekretariat DPC jln RA. Kartini 37 Majalengka.

Nasir memprediksi, SBY-Boediono akan mendulang 67% suara di Kabupaten Majalengka. Suara tersebut diperoleh dari basis2 parpol pendukung yang ada di kabpaten Majalengka sebesar 57% dan simpatisan SBY sebesar 10%. Nasir menargetkan dukungan suara dari warga PKB dan NU sebesar 12%, yaitu berasal dari suara PKB dalam Pileg kemarin sebesar 7,9% dan sisanya dari warga NU.

Persiapan2 DPC PKB Majalengka untuk maraih target tersebut sudah dan akan terus dilaksanakan. Antara lain :
1. Melakukan koordinasi dengan parpol pendukung;
2. Membentuk tim sukses internal PKB di tingkat DPC;
3. Melakukan rakor dg DPAC2 PKB;
4. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan jajaran PCNU kab. Majalengka
5. Melakukan Rapat terbatas dengan Caleg2 terpilih PKB kab. Majalengka;

Menurut Nasir, Kemenangan SBY dalam pilpres mendatang bagi keluarga besar PKB adalah sebuah keharusan. Bukan saja berkenaan dengan jatah menteri yg akan diperoleh PKB, tetapi lebih kepada mempertahankan eksistensi PKB di masa yang akan datang. Kalahnya SBY akan membuka peluang konflik di tubuh PKB terus berlangsung. Sebab pemerintahan yang baru dimungkinkan akan melakukan kebijakan baru, termasuk dalam menyikapi dualisme kepengurusan PKB. Sangat dimungkinkan pemerintahan yg baru (JK-W atau Mega Pro) akan melegalkan Yeni Wahid cs untuk melaksanakan Muktamar PKB. Jika ini terjadi maka akan terjadi 2 Muktamar PKB. Dan ujung2nya nanti berlanjut ke pengadilan. Sebaliknya jika SBY menang, maka sangat mustahil bagi Yeni Wahid cs utk dapat menyelenggarakan muktamar atas nama PKB. Hal ini karena pemerintah hanya mengakui PKB jebolan Muktamar Ancol, sebagaimana amanat hasil putusan MA dan yang terbaru adalah penolakan PN Jaksel atas gugatan Yeni Wahid cs ttg Muktamar ancol.


PKB Bidik Ketua DPRD

June 9, 2009

Keberhasilan DPC PKB Kabupaten Majalengka meraih 6 kursi pada Pemilu Legislatif yang lalu membuka peluang untuk dapat merebut posisi Ketua DPRD Kabupaten Majalengka. Peluang ini sangat terbuka karena PKB berada pada posisi 3 besar perolehan kursi dewan, setelah PDIP 10 kursi dan Partai Golkar 6 kursi.

Sedangkan partai lainnya memperoleh kursi di bawah PKB. PAN dan PKS bertahan dengan 5 kursi. PPP turun dari 6 kursi menjadi 4 kursi. Partai Demokrat yang sebelumnya tidak memperoleh kursi, dapat merebut 4 kursi. Partai Patriot harus puas dengan 3 kursi, sama dengan jumlah kursi sebelumnya. Partai Hanura sebagai partai baru berhasil merebut 2 kursi. Sedangkan PKPI, PBB, PKPB, Gerindra dan PKNU masing-masing memperoleh 1 kursi.

Jika UU tentang Susduk tidak banyak mengalami perubahan, maka yang berhak mendapatkan jatah sebagai pimpinan dewan adalah partai yang memperoleh 3 besar kursi di parlemen, yaitu PDIP, partai Golkar dan PKB. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi orang nomor satu di DPRD, maka jika merujuk pada ketentuan UU Susduk yang lalu harus dilakukan pemilihan langsung oleh seluruh anggota dewan. Calon Ketua diajukan oleh 3 partai terbesar kemudian dipilih secara langsung dengan sistim one man one vote.

Analisis Peta Politik
Jika terjadi pemilihan langsung, maka peluang PDIP untuk terpilih menjadi ketua DPRD sangat kecil. PDIP walaupun memiliki modal suara 10 kursi dewan, akan tetapi posisi Bupati yang sekarang dipegang oleh ketua DPC PDIP -H. Sutrisno, SE.M.Si.- akan menjadi pertimbangan politis bagi partai2 lain untuk tidak memilih calon dari partai ini. Pertimbangannya adalah untuk menjaga keseimbangan antara legislatif dan eksekutif. Sebab jika ketua DPRD berasal dari partai yang sama dikhawatirkan tidak akan terjadi ceck and balance dalam tata pemerintahan kabupaten Majalengka 5 tahun ke depan.
Sementara itu, Partai Golkar dengan jumlah 6 kursi juga diprediksi kurang mendapat apresiasi positif dari partai2 lain. Anjloknya perolehan kursi partai beringin ini dari 11 kursi menjadi 6 kursi menjadi kartu As yang mematikan peluang ketua DPDnya -H.Eman Sulaeman, SE.- untuk dapat duduk kembali menjadi ketua DPRD.
Lirikan partai2 lain justru sekarang terfokus pada PKB. Figur ketua DPC PKB -Nasir, S.Ag.- yang dikenal idealis, berpolitik santun dan telah berpengalaman 3 periode di gedung dewan menjadi harapan banyak pihak untuk menjadikan DPRD sebagai lembaga yang berwibawa dan bermartabat. Apalagi Nasir telah membuktikan dirinya sebagai ketua partai yang mampu mendongrak kursi DPRD 100% di saat PKB di daerah lain mengalami penurunan. Dengan pendekatan2 taktis kepada partai2 politik peraih kursi dewan tentunya peluang PKB untuk menduduki ketua DPRD Kabupaten Majalengka bukanlah hal yang mustahil. semoga….!


Kursi PKB Naik 100 Persen

June 7, 2009

Pemilu Legislatif 9 April 2009 yang lalu, Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Majalengka berhasil memperoleh 6 kursi di DPRD Kabupaten Majalengka. Meningkat 100% dari 3 kursi hasil Pemilu 2004. Ini adalah prestasi luar biasa yang diperoleh PKB Majalengka di bawah kepemimpinan Ketua Dewan tanfidz, Nasir, S.Ag.
Prestasi luar biasa ini patut disyukuri, karena di saat suara dan kursi PKB di Jawa Barat dan Nasional mengalami penurunan cukup tajam, PKB Majalengka justru mengalami penaikan yang signifikan. Munculnya konflik internal PKB di tingkat pusat dan di berbagai daerah tidak berpengaruh pada kondisi PKB di majalengka. Begitupun halnya dengan munculnya PKNU sebagai partai sempalan PKB, Gatara yang didengungkan oleh Yeni Wahid cs, dan munculnya partai2 baru lainnya, tidak berpengaruh terhadap kondusifitas PKB Majalengka.

Apa kunci suksesnya PKB Majalengka?
secara hakikat, keberhasilan PKB Majalengka adalah atas kehendak dan ridla Allah subhanahu wata’ala. Secaea realitas politik, ada beberapa hal yang menjadi kunci suksesnya PKB Majalengka meraih 6 kursi di DPRD majalengka, yaitu antara lain :

  1. Solidnya struktur PKB dari DPC sampai Ranting dalam menghadapi persoalan2 politik. Sehingga munculnya konflik internal di tingkat pusat tidak banyak berpengaruh pada tatanan struktur partai di tingkat bawah.
  2. Program dan kegiatan yang diselenggarakan DPC, DPAC dan Ranting selama kurun 3 tahun terakhir mampu menarik simpati masyarakat.
  3. Kuatnya hubungan harmonis antara DPC PKB dengan PCNU Majalengka menghapus keraguan warga Nahdhiyyyin atas eksistensi PKB sebagai wadah politik warga NU.
  4. Strategi rekruitmen dan penempatan caleg PKB mampu mengisi ruang-ruang kosong peta politik di kabupaten Majalengka.

Caleg terpilih :

  1. Ade Ganda Sasmita, A.Ma. : Asal kecamatan Lemahsugih Dapil Majalengka I
  2. Liling Ali Mukti, S.Sos. : Asal Kecamatan Talaga Dapil Majalengka II
  3. Ali : Asal Kecamatan Majalengka Dapil Majalengka III
  4. Drs. Muhamad Jubaidi : Asal Kecamatan Ligung Dapil Majalengka IV
  5. Nasir, S.Ag. : Asal Kecamatan Leuwimunding Dapil Majalengka V
  6. Aan Subarnas, SE. : Asal Kecamatan Sumberjaya Dapil Majalengka V

Semoga mamfaat dan maslahat untuk masyarakat.


Warta NU

June 2, 2009

h2.date-header{font-size:10px;margin:1.5em 0 .5em;display:none;}.meta_date,.meta_author,.meta_comments,.meta_edit,.meta_categories,.meta_tags{display:none;}