PKB Bidik Ketua DPRD

Keberhasilan DPC PKB Kabupaten Majalengka meraih 6 kursi pada Pemilu Legislatif yang lalu membuka peluang untuk dapat merebut posisi Ketua DPRD Kabupaten Majalengka. Peluang ini sangat terbuka karena PKB berada pada posisi 3 besar perolehan kursi dewan, setelah PDIP 10 kursi dan Partai Golkar 6 kursi.

Sedangkan partai lainnya memperoleh kursi di bawah PKB. PAN dan PKS bertahan dengan 5 kursi. PPP turun dari 6 kursi menjadi 4 kursi. Partai Demokrat yang sebelumnya tidak memperoleh kursi, dapat merebut 4 kursi. Partai Patriot harus puas dengan 3 kursi, sama dengan jumlah kursi sebelumnya. Partai Hanura sebagai partai baru berhasil merebut 2 kursi. Sedangkan PKPI, PBB, PKPB, Gerindra dan PKNU masing-masing memperoleh 1 kursi.

Jika UU tentang Susduk tidak banyak mengalami perubahan, maka yang berhak mendapatkan jatah sebagai pimpinan dewan adalah partai yang memperoleh 3 besar kursi di parlemen, yaitu PDIP, partai Golkar dan PKB. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi orang nomor satu di DPRD, maka jika merujuk pada ketentuan UU Susduk yang lalu harus dilakukan pemilihan langsung oleh seluruh anggota dewan. Calon Ketua diajukan oleh 3 partai terbesar kemudian dipilih secara langsung dengan sistim one man one vote.

Analisis Peta Politik
Jika terjadi pemilihan langsung, maka peluang PDIP untuk terpilih menjadi ketua DPRD sangat kecil. PDIP walaupun memiliki modal suara 10 kursi dewan, akan tetapi posisi Bupati yang sekarang dipegang oleh ketua DPC PDIP -H. Sutrisno, SE.M.Si.- akan menjadi pertimbangan politis bagi partai2 lain untuk tidak memilih calon dari partai ini. Pertimbangannya adalah untuk menjaga keseimbangan antara legislatif dan eksekutif. Sebab jika ketua DPRD berasal dari partai yang sama dikhawatirkan tidak akan terjadi ceck and balance dalam tata pemerintahan kabupaten Majalengka 5 tahun ke depan.
Sementara itu, Partai Golkar dengan jumlah 6 kursi juga diprediksi kurang mendapat apresiasi positif dari partai2 lain. Anjloknya perolehan kursi partai beringin ini dari 11 kursi menjadi 6 kursi menjadi kartu As yang mematikan peluang ketua DPDnya -H.Eman Sulaeman, SE.- untuk dapat duduk kembali menjadi ketua DPRD.
Lirikan partai2 lain justru sekarang terfokus pada PKB. Figur ketua DPC PKB -Nasir, S.Ag.- yang dikenal idealis, berpolitik santun dan telah berpengalaman 3 periode di gedung dewan menjadi harapan banyak pihak untuk menjadikan DPRD sebagai lembaga yang berwibawa dan bermartabat. Apalagi Nasir telah membuktikan dirinya sebagai ketua partai yang mampu mendongrak kursi DPRD 100% di saat PKB di daerah lain mengalami penurunan. Dengan pendekatan2 taktis kepada partai2 politik peraih kursi dewan tentunya peluang PKB untuk menduduki ketua DPRD Kabupaten Majalengka bukanlah hal yang mustahil. semoga….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: