DPRD Siapkan 3 (tiga) Raperda Inisiatif

YUDHA SAWALA MAJALENGKA–Fungsi Legislasi yang melekat pada lembaga legislatif rupanya akan dilaksanakan maksimal oleh DPRD Majalengka. Melalui Badan Legislasi (Baleg), DPRD Majalengka saat ini sedang mengkaji dan mempersiapkan 3 (tiga) buah draf Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif. Ketiga Raperda tersebut adalah mengenai Pengelolaan Pendidikan Keagamaan, Pemberdayaan dan Pengurusan Anak Yatim dan Pengelolaan Pasar Tradisional dan Pasar modern. Demikian sebagaimana diungkapkan Ketua Baleg DPRD Majalengka, Aan Subarnas, SE.

Menurut Sekretaris Fraksi PKB ini, ketiga Raperda tersebut akan ditetapkan menjadi Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kabupaten Majalengka Tahun 2010 bersama dengan 33 Raperda yang diajukan eksekutif. “Insya Allah akan ada 37 Raperda yang akan dibahas selama tahun 2010, tiga diantaranya adalah Reperda Inisiatif Dewan” katanya.

Ketiga Raperda Inisiatif tersebut lanjutnya, merupakan jawaban atas kegelisahan sekaligus harapan masyarakat Majalengka. Raperda tentang Anak Yatim dimaksudkan agar Pemerintah daerah dapat menjamin anak-anak yatim mendapatkan haknya untuk hidup layak di tengah-tengah masyarakat. Hal ini sebagaimana amanat dari UUD 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Mengenai Raperda Pengelolaan Pendidikan Keagamaan, Aan Subarnas menambahkan kuatnya dorongan dan harapan masyarakat agar pendidikan keagamaan semisal Madrasah Diniyah, Pondok Pesantren, Majelis Ta’lim, Taman Pendidikan Al-Qur’an mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. “Raperda ini akan mengatur tentang status lembaga pendidikan keagamaan, status lulusannya, pembinaan dari pemda dan lain-lain. Mudah-mudahan Raperda ini akan menjadi ruh misi Religius pada visi Kabupaten Majalengka remaja”, ungkap politisi asal desa Panjalin Kidul Sumberjaya ini.

Sedangkan Raperda tentang pengelolaan pasar dimaksudkan untuk melindungi para pedagang pasar tradisional dari para pemodal besar. “Sejauh ini di Majalengka belum ada peraturan yang lebih detail tentang ketentuan mendirikan pasar modern semisal mini market, swalayan, super market dan sejenisnya, sehingga para pedagang pasar tradisional merasa khawatir atas menjamurnya pasar-pasar tersebut, apalagi saat ini telah diberlakukan pasar bebas ASEAN” imbuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: