Pot Bunga di Jalan KH. Abdul Halim Asal-Asalan

Majalengka–Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka menjadikan jalan KH. Abdul Halim sebagai jalan protokol yang akan mempercantik kota Majalengka nampaknya masih menjadi pertanyaan warga. Pasalnya, kegiatan yang menelan anggaran miliaran rupiah ini masih menyisakan banyak masalah. Selain rambu-rambu lalu lintas yang masih minim, penerangan jalan umum terbatas, saat ini sedang dipasang pot-pot bunga di median jalan yang tidak memperhatikan estetika.

Beradasarkan pantauan media ini, pot bunga yang dipasang dari mulai bundaran Cigasong sampai pasar lawas ini didesain dalam bentuk kubus dengan lebar sisi-sinya kira-kira 40 cm dan tinggi 60 cm. Diletakkan begitu saja tanpa ditanam di atas median jalan dengan jarak sekitar 5 meter dari satu pot ke pot yang lain. Pemasangan seperti ini jelas akan membuat pot bunga mudah terguling ke badan jalan.

Pemasangan pot bunga yang terkesan asal-asalan ini tak pelak mendapat kritikan dari berbagai pihak. Anggota Komisi C DPRD Majalengka, Ali Muhasin, mengungkapkan keheranannya atas hal itu. Menurutnya, yang lebih penting didahulukan oleh pemda adalah pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yg kerap terjadi di jalur itu, bukan pemasangan pot bunga. “Lagi pula apa Pemda tidak punya desainer yang berjiwa estetis sehingga pot bunga kayak begitu dipasang di jalan protokol? ini kan namanya menghambur-hambur anggaran saja, “ungkap Anggota Fraksi PKB ini.

Ditambahkannya, pihaknya berjanji akan memanggil dinas terkait untuk mempertanyakan hal tersebut. “Tentunya bukan hanya masalah pot bunga saja yang akan dipertanyakan, tetapi menyangkut pelebaran jalan KH. Abdul Halim yang sampai saat ini belum selesai dan rencana pembuatan jalan lingkar utara kota Majalengka”, imbuh politisi keturunan Arab asal Tegal ini.

Sedangkan untuk masalah PJU di jalan protokol KH. Abdul Halim, pihaknya akan mendorong pemda untuk bekerjasama dengan pihak sponsor, seperti Bank Jabar-Banten atau lainnya, asal jangan dari perusahaan rokok aja. “Kalau reklame PJU dari perusahaan rokok jangan lah, itu kan tidak mendidik,”katanya sambil menghisap rokok gudang garamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: