Gelar Pahlawan Gus Dur Masih Mengambang

Jakarta, Radar Cirebon 17/3— Sudah dua kali Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP) bersidang membahas gelar pahlawan untuk almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Namun dua sidang itu tak juga berhasil menggedok kelayakan gealr Pahlawan Nasional untuk presiden RI keempat itu. Alasannya sama, lagi-lagi makalah riwayat kurang tajam.

BPPP bersidang kali pertama pada 27 Januari 2010, beberapa hari setelah pengajuan gelar dari Kabupaten Jombang dan Pemprov Jawa Timur. Lembaga yang dipimpin Salim Segaf Al Jufri yang juga Menteri Sosial itu menyataan berkas pengajuan kurang komplit. Alasannya, makalah kurang mendalam membahas riwayat kepahlawanan Gus Dur. Buku-buku karya Gus Dur pun lupa disertakan pihak pengaju.

Makalah lalu dikembalikan ke pihak Badan Pembina Pahlawan daerah (BPPD) Jawa Timur. Yang kebagian merampungkan makalah itu adalah sejarawan Aminuddin Kasdi yang juga Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Makalah rampung pekan lalu dan diteken Wakil gubernur Jawa Timur Saefullah Yusuf. Buku-buku juga sudah disertakan. BPPP lantas menggelar sidang kedua. Tapi, gelar pahlawan nasional tak kunjung disepakati. Alasannya masih sama, makalah kurang tajam.

“Sidang memutuskan, makalah kurang lengkap dan akurat. Masih perlu diperbaiki”, kata Direktur Kepahlawanan Keperintisan dan Kesetiakawanan Kementerian Sosial Suyoto di Jakarta kemarin (16/3).

Apa yang membuatnya kurang lengkap? Suyoto tidak bisa menjelaskan secara rinci. “Apa ya?saya juga tidak bisa menjelaskan ukuran lengkap itu seperti apa. Mungkin begini, riwayat Gus Dur tidak selalu berisi hal-hal yang baik. Barangkali apa yang kurang dari Gus Dur juga harus disebutkan dalam makalah itu”, katanya.

Makalah tulisan Aminuddin Kasdi, kata Suyoto, setebal 75 halaman. Mestinya, makalah itu lebih tebal. Paling tidak 100 halaman agar lengkap. “Karena itu makalah itu masih kurang mendukung.” katanya.

Selain itu, kata Suyoto, buku-buku yang disertakan kurang banyak. BPPP baru menerima dua hingga tiga buku Gus Dur. “Barangkali kalau lima sudah cukup. Masih kurang mendukung lah.” katanya.

Karena itu, makalah itu akan diperbaiki BPPD Jawa timur dibantu BPPP. Apa yang bisa ditambahkan pusat, akan dibantu. Tapi kelengkapan itu harus diupayakan sepenuhnya oleh BPPD. Setelah diperbaiki, BPPP akan bersidang lagi. “Saya juga tidak bisa memperkirakan berapa kali sidang akan menyatakan komplet, tergantung makalahnya.” katanya.

Gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur terkesan maju mundur. Terhitung tiga bulan sejak diajukan pada awal tahun lalu, gelar itu tak kunjung disepakati hingga sekarang. Padahal komitmen pemberian gelar sudah diberikan berbagai pihak. Mulai Mensos Salim Segaf Al Jufri hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (aga/oki)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: