Insentif Belum Cair, Guru Sukwan Resah

Majalengka –Meski APBD Kabupaten Majalengka Tahun 2010 telah ditetapkan, nampaknya belum seluruh komponen masyarakat dapat menikmatinya. Buktinya ribuan guru Sukwan hingga kini belum mendapatkan dana insentif yang biasanya mereka terima setiap triwulan.
Ketua Forum Komunikasi Tenaga Kerja Sukwan (FKTS) Majalengka, Aan Subarhan, S.Pd.I, kepada Media ini mengaku keterlambatan pencairan dana sebesar Rp. 75.000 per bulan ini sangat mengganggu konsentrasi para guru sukwan dalam melakukan tugasnya. Menurutnya, sudah memasuki bulan ke empat belum ada kabar pencairan insentif ini. Padahal biasanya insentif untuk tenaga kerja sukwan tersebut cair pertriwulan.
“Biasanya untuk proses penandatanganan pencairannya pun  sudah dilakukan pada bulan Pebruari, kemudian baru dicairkan pada bulan Maret, namun entah kenapa hingga kini belum ada kabar beritanya,” ungkap Aan Subarhan.
Hal senada dikemukakan Jamaluddin salah seorang guru sukwan. Menurutnya insentif merupakan bukti perhatian pemkab terhadap kesejahteraan TKS di majalengka.  Walaupun jumlahnya relatif kecil namun sangat membantu para guru sukwan, terutama dalam memotivasi pelaksanaan tugasnya. Dirinya dan teman-temanya mendesak agar insentif tersebut dapat segera dicairkan. 
“Kepada para inohong yang ada di atas, tolong perhatikan nasib kami. Segera cairkan insentif guru sukwan karena uang tersebut sangat berarti bagi kami”, harap Jamaluddin didampingi teman-temannya.
Di tempat terpisah Wakil Ketua DPRD Majalengka, Nasir, S.Ag. saat dihubungi media ini mengaku prihatin dan geram terhadap sikap pemerintah daerah. Menurut Ketua DPC PKB Majalengka ini insentif bagi tenaga sukwan sudah diakomodir dalam APBD 2010 sebesar Rp. 1,7 miliar. Tidak ada alasan bagi Pemda menunda-nunda  pencairannya. Pihaknya berjanji akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan Majalengka untuk mendesak pencairan insentif ini.
“Insya Allah kami akan segera memanggil dinas terkait untuk mendesak pencairan dana ini. Kasihan mereka para tenaga sukwan, gajinya kecil insentif tidak seberapa, masa harus menunggu begitu lama”, kata politisi asal desa Mirat Kecamatan Leuwimunding ini. (AS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: