Galian C Liar Masih Marak

Majalengka–Radar Cirebon (17/4)–Imbas kebijakan Pemerintah Kabupaten Majalengka yang melakukan penutupan terhadap semua galian C resmi di Kabupaten Majalengka dan menunda semua proses perizinannya ternyata membawa dampak makin tak terkendalinya harga material batu dan pasir serta makin menjamurnya galian C liar.
Salah satu contohnya adalah masih beroperasinya galian C liar Cikopak di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh. Padahal sebelumnya, di lokasi tersebut dua penambang liar tewas disambar petir. Selain di lokasi tadi, aktifitas penambangan liar di Sungai Cikeruh Desa Cikesik Kecamatan Sukahaji yang merupakan daerah merah atau zona larang tambang, ternyata aktifitas penambangan liar makin menjadi-jadi.
Menurut Andi Maulana, anggota Himpunan Pemuda Gunung Majalengka (HPG), kebijakan pemkab terkait penertiban galian C sangat tepat karena dapat menekan angka kerusakan alam. Namun sayangnya, upaya yang dilakukan tidak merata dan tidak menyentuh lokasi galian C liar yang menggunakan teknik penggalian manual.
Padahal, dampak galian baik secara manual maupun menggunakan alat berat sama-sama merusak lingkungan jika tidak diarahkan atau tidak dipantau. Bahkan sambung dia, boleh jadi galian C liar yang menggunakan metode manual bisa jauh lebih berbahaya karena tidak terkontrol. Salah satunya seperti lokasi galian di desa Pajajar dan Cikeruh yang masih dibiarkan.
“Seharusnya pemerintah dalam melakukan penertiban galian C tidak berasumsi terhadap galian menggunakan alat berat atau manual. Kalau memang membahayakan dan merusak seharusnya aktifitas galian C manual pun segera ditertibkan,” jelas dia kepada Radar, kemarin (17/4).
Sementara itu Kasatpol PP Kabupaten Majalengka, Drs. Agus Permana MM kepada Radar, mengatakan, secara bertahap pihaknya memang sudah melakukan langkah penertiban terhadap semua galian C terutama yang dinilai melanggar aturan seperti tidak memiliki ijin atau masa ijinnya sudah tidak berlaku.
“Pemerintah termasuk kami satpol PP sangat serius dalam menertibkan galian C di Majalengka. Kita juga tidak bisa langsung bertindak karena ada koridor aturan yang harus dijalankan seperti melalui langkah pendekatan, sosialisasi, teguran.” tegas dia.
Sementara itu dari pantauan Radar, akibat adanya penutupan galian C, harga material batu dan pasir menjadi mahal. Untuk satu engkel pasir saat ini dijual berkisar antara Rp 250 hingga Rp 300 ribu atau naik sekitar Rp 100 ribu/truknya, begitu juga dengan harga batu belah yang naik sekitar 20 %.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: