Bupati Klarifikasi Temuan Pansus

Majalengka-Radar Ciebon (2/5)–Setelah sebelumnya kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (DBMCK), Drs. H. Subiakto, BE membantah adanya pengadaan 31 unit motor dinas (motdin), giliran Bupati Majalengka, H. Sutrisno, SE MSi meyakinkan anggota DPRD bahwa Pemkab Majalengka hanya menganggarkan untuk pemeliharaan.

“Memang benar tidak ada DPA (Daftar Pelaksanaan Anggaran) untuk pengadaan motdin tahun 2009. Yang benar bukan pengadaan tapi pemeliharaan,” tandas Bupati Sutrisno.

Bupati prihatin dengan munculnya masalah tersebut. Padahal, sebaiknya diklarifikasi dulu sebelum dipublikasikan. “Memang kuncinya di DPA. Seharusnya ada klarifikasi dulu sebelum dipublikasikan,” kata Sutrisno kepada Radar usai menerima Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan, proses pengetikan mesin tik dengan komputer berbeda. Bila menggunakan mesin tik, maka baris per baris dikerjakan dengan pola yang sama. Sedangkan menggunakan alat elektronik komputer berbeda dalam pengerjaanya.” Ini memang karena kesalahan dan kekeliruan dalam pengetikan yang baris alokasi anggaran tidak sama dengan penjabarannya,” ujar dia.

Bantahan terhadap polemik dugaan alokasi pengadaan anggaran motdin sebesar Rp 780 juta dalam dokumen laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) juga diklarifikasi Kabag Humas Setda Majalengka, Drs. Maman Sutiman, S.Sos. Menurutnya, terjadi kesalahan pengetikan dalam LKPj.

Di DBMCK, kata dia, memang tidak ada pengadaan 31 unit kendaraan senilai Rp 780 juta, tapi untuk biaya perawatan bagi 31 sepeda motor. Sedangkan anggaran senilai Rp 780 juta tersebut untuk pembelian 3 unit mobil tangki air.

Menurut Maman, masalah itu berkembang disebabkan adanya komunikasi yang terputus, sehingga informasi yang diserap legislatif hanya sepotong akibat adanya kesalahan pengetikan di tingkat operator.
“Jadi yang sebenarnya anggaran pembelian 3 unit truk tangki air sebesar Rp 780 juta, justru dicantumkan dalam kolom anggaran perawatan 31 sepeda motor. Sedangkan anggaran biaya perawatan 31 sepeda motor justru ditulis dengan anggaran pengadaan 3 unit truk tangki air,” ungkap Maman kepada Radar sambil membeberkan beberapa lembar dokumen LKPj yang sudah diperbaiki, kemarin (2/5).

Meski demikian, Pansus LKPj DPRD Majalengka jalan terus. Bahkan sudah membawa masalah tersebut ke Badan Musyawarah (Banmus) DPRD seperti yang diakui anggota DPRD Majalengka, Aep Syaripudin, S.Si kepada Radar, kemarin.

“Untuk masalah salah ketik penggunaan anggaran pengadaan 31 unit R2 (motor) masih kita koordinasikan dan kita agendakan untuk dibahas di Banmus,” jelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: