Dewan Rekomendasikan Penggunakan Hak Angket dan Interpelasi

Yudha Sawala Majalengka–Satu gebrakan mengejutkan diputuskan DPRD Majalengka dalam menindaklanjuti hasil temuan Pansus LKPJ Bupati Tahun 2009. Dalam Rapat Paripurna yang digelar Jum’at (7/5) pukul 14.00 WIB DPRD telah menyepakati penggunaan hak Angket dan Hak interpelasi.

Wakil Ketua DPRD Majalengka, Nasir,S.Ag, saat dikonfirmasi seusai paripurna menjelaskan Hak Angket atau hak melakukan penyelidikan ditujukan pada dua permasalahan, yaitu terhadap aset daerah kabupaten Majalengka dan adaya Adendum biaya pada beberapa proyek rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur jalan.
Sedangkan Hak Interpelasi atau hak meminta keterangan kepada Bupati juga ditujukan kepada dua temuan, yaitu masalah perijinan khususnya galian C dan masalah pengangkatan honorer khususnya Kamdal di lingkungan sekretariat daerah.

“Dari hasil temuan Pansus yang sudah dilaporkan tadi, kami memandang 4 hal krusial tersebut yang harus ditindaklanjuti secara serius. Penggunaan hak Angket dan Interpelasi ini jangan diartikan negatif, ini merupakan bukti keseriusan kami agar bupati memperbaiki kinerjanya ke depan”, ungkap ketua DPC PKB Majalengka ini.

Berdasarkan pantauan media ini, Rapat paripurna yang mengagendakan penetapan keputusan DPRD tentang Rekomendasi Dewan terhadap LKPJ Bupati Majalengka Tahun 2009 berlangsung Alot dan sempat memanas. Ketua Fraksi PDIP Tarsono D.Mardiana berkali-kali melakukan interupsi dan menyatakan keberatan terhadap penggunaan Hak Angket dan Hak Interpelasi dimasukan ke dalam Rekomendasi DPRD. Sementara beberapa anggota dewan dari fraksi lain bersikukuh agar masalah ini harus dimasukkan ke dalam rekomendasi Dewan. Setelah sidang diskors dan dilakukan lobi antar ketua fraksi dan Pimpinan DPRD, akhirnya seluruh fraksi menyetujui penggunaan kedua hak tersebut akan dilaksanakan dewan dalam menindaklanjuti hasil temuan PansusLKPJ.

Munculnya rencana penggunaan kedua hak tersebut oleh para wakil rakyat ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Yanto Doyeng, seorang pengamat sosial politik Majalengka asal Kadipaten. Dirinya mengaku sangat mendukung penggunaan hak angket dan Hak Interpelasi yang digagas dewan.

“Sebuah gebrakan baru dalam sejarah DPRD Majalengka saat mensikapi LKPJ Bupati. Selamat!! I Love You Full !!”, katanya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka,Ir. Dedi Supriyadi. Menurutnya, sudah seharusnya para wakil rakyat berani menyatakan yang haq.
“Allahu Akbar, semoga para wakil rakyat selalu diberikan kekuatan untuk istiqamah membela rakyat”, kata mantan anggota DPRD Majalengka ini.

Ketua generasi Muda Ahlussunnah waljamaah (Gemas) Kabupaten Majalengka, Rudi Pardianto, saat dimintai komentarnya menyatakan salut atas keberanian para wakil rakyat ini. Semula dirinya mengaku fesimis atas keseriusan para anggota dewan dalam mengungkap fakta ketidakberhasilan bupati.

“Jujur saja, tadinya saya menduga rekomendasi dewan akan datar-datar saja karena selama ini kan seperti itu, nyaring di permulaan kemudian bungkam di garis finish. Saya nyatakan salut lah dan selamat kepada para wakil rakyat”, ungkap aktifis PMII ini. (MN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: