Rapat Bamusy Batal Karena Tidak Qourum

July 30, 2010

Yudha Sawala Majalengka–Rapat Badan Musyawarah (Bamusy) DPRD Majalengka yang sejatinya digelar tadi pagi, Jum’at (30/7) batal dilaksanakan. Batalnya kegiatan rapat rutin internal dewan yang digelar setiap akhir bulan ini disebabkan qourum rapat tidak terpenuhi. Dari sejumlah 25 anggota Bamusy tercatat hanya 12 orang yang menghadirinya.

Ketua DPRD Majalengka H. Surahman saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Surahman mengaku sangat menyayangkan ketidakhadiran sebagian besar anggota Bamusy ini. Padahal, lanjutnya, Bamusy merupakan miniatur dewan dalam menentukan langkah-langkah strategis dan politis dewan terutama berkenaan dengan agenda kegiatan dewan bulan depan.

Senada dengan Surahman, Wakil Ketua DPRD Majalengka Nasir, S.Ag., juga mengaku prihatin dengan volume kehadiran anggota dewan yang kian menurun. Sebagai salah satu pimpinan di lembaga ini, dirinya berjanji akan mencari solusi agar tingkat kehadiran anggota dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di lembaga perwakilan ini tetap terjaga.

“Salah satunya adalah dengan cara mengefektifkan peran Badan Kehormatan (BK). BK nantinya bisa saja memberikan sanksi kepada anggota yang sering bolos, dari mulai teguran, mengumumkannya kepada publik sampai pada usulan recalling”, ungkap Ketua DPC PKB Majalengka ini.

Berdasarkan catatan media ini, rapat Bamusy tadi pagi yang tidak hadir adalah Fraksi PDIP 2 orang dari 4 anggota, Fraksi Golkar 2 orang dari 3 anggota, Fraksi PAN 1 orang dari 3 anggota, Fraksi PKS 1 orang dari 2 anggota, Fraksi Demokrat 1 orang dari 2 anggota, Fraksi Patriot Bangsa 1 orang dari 2 anggota, Fraksi GNBUK 2 orang dari 2 anggota. Sedangkan anggota Bamusy dari fraksi PKB dan PPP semuanya hadir.

Menurut keterangan dari sebuah sumber, ketidakhadiran sebagian besar anggota Bamusy tersebut disebabkan karena mengalami kelelahan, pada Kamis malam (29/7) mereka baru pulang dari kegiatan kunjungan kerja ke luar daerah.

Advertisements

Nasir : Tertibkan Pedagang Makanan Pada Bulan Ramadlan

July 26, 2010

Majalengka–Menyongsong datangnya bulan suci Ramadlan 1431 H Pemkab Kabupaten Majalengka diminta untuk menertibkan para pedagang makanan yang berjualan di siang hari, terutama di tempat-tempat umum seperti pasar dan terminal. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Majalengka Nasir, S.Ag, kepada media ini di ruang kerjanya.

Menurut politisi yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Majalengka ini, bulan Ramadlan merupakan media bagi umat Islam untuk kembali menjadi fithri. Dengan berpuasa dan melaksanakan ibadah lainnya umat Islam dibersihkan dari hawa nafsu duniawi yang selama 11 bulan menguasai dirinya. Untuk itu, Lanjut Nasir, Pemkab Majalengka harus mengupayakan umat Islam dapat menjalankan ritual keagamaan ini dengan nyaman dan aman. Salah satunya dengan menertibkan para pedagang makanan di siang hari Ramadlan di tempat-tempat umum seperti pasar dan terminal.

“Saya sangat prihatin sekaligus geregeten saat melihat orang yang makan dan minum seenaknya di depan orang yang berpuasa. Lihat saja contohnya di pasar Prapatan Sumberjaya, para pedagang kaki lima seenaknya menjajakan makanan dan minuman di tempat-tempat terbuka. Tolong Pemkab harus menata hal ini agar visi Kabupaten Majalengka sebagai kabupaten relegius ada buktinya”, katanya.

Langkah yang perlu diambil oleh Pemkab, lanjut mantan Ketua PMII Kabupaten Sidoarjo ini, misalnya dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa setempat untuk menyediakan lahan khusus bagi para pedagang kaki lima makanan dan minuman. Tempat khusus ini kemudian dibuat sedemikian rupa agar tertutup sehingga orang yang makan dan minum tidak nampak terlihat dari luar.

“Di Kota Cirebon bisa seperti itu, masa di kita ngga? dan perlu dicatat untuk menciptakan kondisi seperti ini tidak cukup dengan himbauan tetapi harus berupa kewajiban yang apabila dilanggar bisa diberikan sanksi kepada para pedagangnya”, pungkasnya. (AS)


Selamat Buat KH. Luthfi El-Hakim dan H. Abdullah Masrur, Ketua Baru DPC PKB Kabupaten Cirebon

July 25, 2010


Cirebon–DR.KH. Luthfi Lukmanul Hakim dan Drs. H. Abdullah Masrur berhasil terpilih menjadi Ketua Dewan Syura dan Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cirebon Periode 2010-2015. Kepastian tersebut diperoleh dari hasil Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Cirebon yang digelar hari ini, Ahad 25 Juli 2010 di Ponpes Mafatihul Huda Depok Cirebon.

Berdasarkan pantauan media ini, dalam sidang pemilihan yang dipimpin Wakil Ketua DPW PKB Jabar H. Saefuddin Jukhri, SH pukul 22.00 WIB ini, Kang Aif -sebutan KH. Luthfi- berhasil terpilih sebagai Ketua Dewan Syura secara aklamasi. Sementara Kang Dullah -panggilan akrab H. Abdullah- harus berjuang dua putaran untuk mengalahkan calon incumbent Drs. Zainal Arifin Waud. Dengan selisih suara tipis 21-20, akhirnya Kang Dullah terpilih menjadi Ketua Dewan Tanfidz.

Keluarga Besar DPC. PKB Kabupaten Majalengka mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya beliau berdua, semoga PKB Kabupaten Cirebon dapat kembali menjadi ruh PKB di Jawa Barat dengan memenangkan PKB pada Pilkada 2013 dan Pemilu 2014. (MN)


Fraksi PKB Bantu Uang Pembinaan Kepada DPAC

July 19, 2010

Majalengka–Ada hal yang menarik dari pelaksanaan Harlah dan Muspimcab DPC PKB Majalengka yang digelar Ahad (18/7) kemarin. Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Majalengka kompak hadir dan duduk di barisan depan. Wajah mereka tampak sumringah penuh senyum. Sesekali melambaikan tangan kepada para peserta Muspimcab.

Saat pembawa acara mengumumkan acara selanjutnya adalah materi dialog dengan Fraksi PKB, keenam anggota tersebut kompak menuju mimbar acara. Acarapun dimulai dengan pemaparan peranan Fraksi PKB di gedung dewan oleh ketua Fraksi, Ade Ganda Sasmita, A.Ma. Ade menjelaskan tentang fungsi, tugas dan kewajiban anggota DPRD. Selanjutnya Ade mengungkapkan pula perjuangan-perjuangan Fraksi dalam mewujudkan aspirasi masyarakat. Usai pemaparan dilanjutkan dengan dialog yang berlangsung hangat penuh kekeluargaan.

Setelah hampir 2 jam acara berlangsung, Ade ganda sasmita menutup acara dialog dengan menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp. 15.500.000 untuk 26 DPAC PKB kepada DPC PKB Majalengka yang diterima oleh Ketua Dewan Syura KH. M. Endin Sholehuddin.

“Nilai uangnya tidak seberapa, namun kami berharap teman-teman DPAC tidak melihat nilainya tetapi komitmen kami yang akan terus menjalin shilaturrahmi dan komunikasi dengan DPAC,”ungkap Ade.

Sementara itu, Ketua Dewan syura KH. M. Endin Sholehuddin mengungkapkan, uang pembinaan dari anggota Fraksi kepada DPAC merupakan komitmen yang sudah diputuskan pada saat sebelum Pemilu 2009. Saat itu, lanjutnya, para caleg dan DPAC telah membuat kesepakatan bahwa caleg yang terpilih akan memberikan uang pembinaan kepada DPAC sebesar Rp. 100.000 perbulan. Namun karena terlalu kecil, pada pelaksanaannya dilakukan setiap 5 bulan. Sehingga hari ini setiap DPAC akan menerima uang pembinaan sebesar Rp. 500 ribu, kecuali DPAC dari dapil 5 akan menerima Rp. 1 juta karena dapil ini mendapatkan 2 kursi DPRD.

Selain uang ini, tuturnya, ada kewajiban anggota Fraksi untuk memberikan konstribusi setiap bulan yang dipotong langsung dari gaji kepada DPC PKB dan PCNU masing-masing Rp, 2 juta dan Rp. 500 ribu. Kemudian ada kewajiban memberikan dana kadeudeuh kepada Caleg tidak terpilih sebesar Rp. 1.000,- per-suara caleg yang diberikan setiap tahun.

“Kalau dipikir-pikir, kasihan juga kepada anggota dewan ini. Pada saat Pemilu mereka berjuang mati-matian untuk memenangkan partai. dan ketika sudah terpilih mereka kembali dibebani oleh partai. Sebagai pengurus partai tentunya kami mengucapkan terimakasih dan selalu berdo’a semoga rizqi mereka selalu mamfaat dan barokah”, kata alumnus Ponpes Manonjaya Tasikmalaya ini dengan mimik redup. (MN)


Muspimcab PKB Gagal Tentukan Sikap Politik

July 19, 2010

Majalengka–Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) DPC PKB Majalengka yang digelar Ahad (18/7) gagal menetapkan sikap politik PKB terhadap Pemerintah Kabupaten Majalengka. Forum permusyawaratan yang sejatinya diharapkan dapat merekomendasikan sikap partai ini tidak berhasil menentukan PKB sebagai oposisi atau koalisi dengan pemerintah.

Dalam sidang pleno ke-5 yang membahas rekomendasi politik ini diwarnai dengan perdebatan sengit diantara para peserta. Beberapa pengurus DPAC menganggap Bupati dan pemerintahan yang sekarang tidak pro rakyat. Mereka menginginkan agar PKB bersikap tegas untuk menjadi oposisi dan menjadi garda depan pembela kepentingan rakyat.

“Bayangkan, satu tahun lebih pemerintahan Bupati Sutrisno kondisi jalan di mana-mana rusak parah, insentif guru dihapus, bantuan gubernur untuk warga PKB sebesar Rp. 700 juta tidak disetujui, bantuan-bantuan langsung lebih banyak diberikan kepada warga PDIP, birokrasi diancam kalau tidak patuh dan tidak ‘memerahkan’ lingkungannya, dan lain sebagainya. Apakah dengan sikap arogan Bupati seperti itu kita pantas berkoalisi? saya tegaskan agar PKB mengambil posisi sebagai opisisi..!” ungkap Rudi Pardianto, Ketua DPAC PKB Rajagaluh penuh semangat yang disambut tepuk tangan para pendukung opsi oposisi.

Berbeda dengan Rudi, Ketua Dewan Syura DPAC Maja H. Badrussalam menganggap sikap oposisi hanya akan membuat PKB dijauhi oleh Bupati yang pada akhirnya PKB tidak akan mendapatkan mamfaat apapun dari kekuasaan.

“saya sangat paham Bupati kita ini arogan, egois, dan ingin menang sendiri. Namun jika kita oposisi kita akan lebih dijauhi oleh Bupati. Lalu bagaimana PKB dapat merealisasikan aspirasi masyarakat jika Bupati sebagai pemegang kekuasaan tertinggi eksekutif tidak mau mendengar aspirasi kita. Saya lebih sepakat jika PKB menjalin komunikasi politik dengan Bupati agar lebih memudahkan kita dalam mewujudkan aspirasi rakyat”, ujar Kyai asal desa Cihaur Maja penuh wibawa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PKB Majalengka M. Zainal Muhyiddin, S.Ag, lebih memilih jalan tengah. Menurut politisi yang juga ketua yayasan Al-Mizan Jatiwangi ini, posisi PKB lebih baik mengambil jalan tengah, tidak berada dalam oposisi ataupun koalisi. Yang terpenting, ujarnya, PKB mampu menempatkan kekuatan politiknya untuk mengambil mamfaat untuk masyarakat tanpa harus kehilangan daya kritisnya terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Melihat kondisi peserta rapat yang masih pro kontra, pimpinan sidang Drs Abdul Muin dan H. Sholehuddin, BA akhirnya menawarkan agar Muspimcab mengamanatkan kepada DPC dan Fraksi PKB untuk melakukan sikap politik yang elegan dan cantik agar PKB mampu berkomunikasi politik dengan bupati tanpa harus meninggalkan daya kritisnya.

“Setelah mendengar dan mengamati pendapat para peserta yang masih terjadi pro kontra, kami tidak akan menawarkan keputusan ini diambil dengan voting, karena kebijakan politik sangat riskan jika diputuskan dengan cara voting. kami akan menawarkan kepada para peserta muspimcab agar masalah sikap partai ini diserahkan kepada DPC dan Fraksi untuk mengambil langkah-langkah taktis dan startegis, bermain politik secara cantik dan elegan yang bermuara kepada terciptanya iklim politik majalengka yang sejuk dan kondusif demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. bagaimana setujuuu…?” tanya Sholehuddin yang disambut kata setuju oleh para peserta. (AS)


DPC PKB Selenggarakan Harlah dan Muspimcab

July 19, 2010

Majalengka–Memperingati Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa yang ke-12, Ahad (18/7) DPC PKB Kabupaten Majalengka menyelenggarakan acara Istighotsah, Tahlil Akbar dan dilanjutkan dengan Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab). Hadir dalam acara yang dipusatkan di Graha Sindangkasih Majalengka tersebut Sekretaris DPW PKB Jabar Drs. H. Rasta Wiguna, para pengurus DPC PKB dan DPAC PKB se-Kabupaten Majalengka serta Jajaran Pengurus Cabang NU Kabupaten Majalengka dan Pengurus Badan otonom, lembaga dan Lajnahnya.

Menurut ketua panitia, Drs. Abdul Muin, acara Harlah PKB tahun ini diselenggarakan secara sederhana tapi kaya mamfaat. Selain diisi dengan ritual keagamaan berupa istighotsah dan tahlil akbar juga dilangsungkan Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab). Muspimcab ujarnya, dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja partai pasca Pemilu 2009 yang lalu serta mempersiapkan langkah-langkah strategis selanjutnya. Masih dalam rangkaian Harlah ini, DPC PKB juga akan menggelar Muscab Garda Bangsa dan Muscab PPKB Kabupaten Majalengka.

“Pasca Pemilu 2009 yang lalu PKB berhasil mendapatkan 6 kursi DPRD Majalengka. Tentunya kita ingin agar kekuatan politik di parlemen ini dapat diarahkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat. Di samping itu perlu adanya penataan kembali terhadap kondisi partai setelah kita melakukan pesta demokrasi kemarin”, jelas politisi asal Sindangwangi yang juga Sekretaris DPC PKB Majalengka ini.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Majalengka Nasir, S.Ag, mengungkapkan, ada 3 (tiga) agenda dalam Muspimcab ini. Pertama berkenaan dengan penataan organisasi, kedua tentang program kerja partai dan ketiga berkaitan dengan rekomendasi politik. Untuk penataan organisasi akan dibahas tentang pengurus partai yang bersikap ambivalen pada saat pemilu kemarin, juga tentang sikap partai terhadap anggota Fraksi PKB yang melakukan indisipliner. Sedangkan tentang rekomendasi politik akan dikaji sikap politik PKB terhadap pemerintah Kabupaten Majalengka.

“Situasi politik Majalengka yang saat ini kian memanas berkaitan dengan penggunaan hak Angket dan Interpelasi DPRD dan munculnya koalisi kerakyatan yang mendukung Bupati, mendorong PKB untuk mengumpulkan para pengurus DPC dan DPAC untuk menyatukan sikap partai. Ada tiga opsi yang akan ditawarkan, apakah PKB akan bersikap Oposisi terhadap Bupati, atau menjalin koalisi dengan partai pemerintah (PDIP) atau berada di jalan tengah. Itulah agenda terpenting dalam Muspimcab kali ini”, ungkap wakil ketua DPRD Majalengka ini. (AS)


PCNU Gelar Tahlil 7 Hari Wafat KH. Idham Khalid

July 19, 2010

Sukahaji Majalengka– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) jum’at malam (16/7) menggelar acara Tahlil memperingati hari ke-7 wafatnya KH. Idham Khalid. Hadir dalam acara yang diselenggarakan di sekretariat PCNU Jalan Raya Sukahaji Majalengka itu Rais syuriyah PCNU KH. Ahmad Banani beserta jajaran pengurus PCNU lainnya dan para kyai pengasuh pondok pesantren. Hadir pula Ketua DPC PKB Majalengka Nasir, S.Ag, beserta sekretarisnya Drs. Abdul Muin, Ketua GP. Ansor Adhi Patria, SH., serta Sekretaris Garda Bangsa Majalengka Ir. Beni Kalimuddin.

Dalam sambutannya, KH. Ahmad Banani mengatakan, KH. Idham Khalid adalah sosok ulama yang istiqamah dan seorang tokoh yang luar biasa karena bisa berprestasi di bidang keagamaan dan politik pada saat yang bersamaan. “Beliau politisi tapi tetap membangun spiritualitasnya yang luar biasa, beliau tidak meninggalkan peran beliau sebagai kiai,” katanya. (MN)