Muspimcab PKB Gagal Tentukan Sikap Politik

Majalengka–Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) DPC PKB Majalengka yang digelar Ahad (18/7) gagal menetapkan sikap politik PKB terhadap Pemerintah Kabupaten Majalengka. Forum permusyawaratan yang sejatinya diharapkan dapat merekomendasikan sikap partai ini tidak berhasil menentukan PKB sebagai oposisi atau koalisi dengan pemerintah.

Dalam sidang pleno ke-5 yang membahas rekomendasi politik ini diwarnai dengan perdebatan sengit diantara para peserta. Beberapa pengurus DPAC menganggap Bupati dan pemerintahan yang sekarang tidak pro rakyat. Mereka menginginkan agar PKB bersikap tegas untuk menjadi oposisi dan menjadi garda depan pembela kepentingan rakyat.

“Bayangkan, satu tahun lebih pemerintahan Bupati Sutrisno kondisi jalan di mana-mana rusak parah, insentif guru dihapus, bantuan gubernur untuk warga PKB sebesar Rp. 700 juta tidak disetujui, bantuan-bantuan langsung lebih banyak diberikan kepada warga PDIP, birokrasi diancam kalau tidak patuh dan tidak ‘memerahkan’ lingkungannya, dan lain sebagainya. Apakah dengan sikap arogan Bupati seperti itu kita pantas berkoalisi? saya tegaskan agar PKB mengambil posisi sebagai opisisi..!” ungkap Rudi Pardianto, Ketua DPAC PKB Rajagaluh penuh semangat yang disambut tepuk tangan para pendukung opsi oposisi.

Berbeda dengan Rudi, Ketua Dewan Syura DPAC Maja H. Badrussalam menganggap sikap oposisi hanya akan membuat PKB dijauhi oleh Bupati yang pada akhirnya PKB tidak akan mendapatkan mamfaat apapun dari kekuasaan.

“saya sangat paham Bupati kita ini arogan, egois, dan ingin menang sendiri. Namun jika kita oposisi kita akan lebih dijauhi oleh Bupati. Lalu bagaimana PKB dapat merealisasikan aspirasi masyarakat jika Bupati sebagai pemegang kekuasaan tertinggi eksekutif tidak mau mendengar aspirasi kita. Saya lebih sepakat jika PKB menjalin komunikasi politik dengan Bupati agar lebih memudahkan kita dalam mewujudkan aspirasi rakyat”, ujar Kyai asal desa Cihaur Maja penuh wibawa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PKB Majalengka M. Zainal Muhyiddin, S.Ag, lebih memilih jalan tengah. Menurut politisi yang juga ketua yayasan Al-Mizan Jatiwangi ini, posisi PKB lebih baik mengambil jalan tengah, tidak berada dalam oposisi ataupun koalisi. Yang terpenting, ujarnya, PKB mampu menempatkan kekuatan politiknya untuk mengambil mamfaat untuk masyarakat tanpa harus kehilangan daya kritisnya terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Melihat kondisi peserta rapat yang masih pro kontra, pimpinan sidang Drs Abdul Muin dan H. Sholehuddin, BA akhirnya menawarkan agar Muspimcab mengamanatkan kepada DPC dan Fraksi PKB untuk melakukan sikap politik yang elegan dan cantik agar PKB mampu berkomunikasi politik dengan bupati tanpa harus meninggalkan daya kritisnya.

“Setelah mendengar dan mengamati pendapat para peserta yang masih terjadi pro kontra, kami tidak akan menawarkan keputusan ini diambil dengan voting, karena kebijakan politik sangat riskan jika diputuskan dengan cara voting. kami akan menawarkan kepada para peserta muspimcab agar masalah sikap partai ini diserahkan kepada DPC dan Fraksi untuk mengambil langkah-langkah taktis dan startegis, bermain politik secara cantik dan elegan yang bermuara kepada terciptanya iklim politik majalengka yang sejuk dan kondusif demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. bagaimana setujuuu…?” tanya Sholehuddin yang disambut kata setuju oleh para peserta. (AS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: