Tahun 2010, FPKB Realisasikan 1.200-an Proposal Warga NU

Jakarta – Menjelang berakhirnya masa sidang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tahun 2009-2010, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) melaporkan kinerjanya ke publik melalui buku bertajuk “Menjadi Politisi Bumi: Laporan Kinerja Tahunan FPKB 2009-2010”. Buku setebal 284 halaman yang dicetak lux ini menjadi bukti bahwa FPKB telah melaksanakan salah satu amanat undang-undang.
Buku laporan ini diluncurkan secara resmi oleh FPKB di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (13/12/2010). Hadir dalam acara peluncuran Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar, Ketua Fraksi PKB DPR Marwan Jafar, Sekretaris FPKB Hanif Dhakiri, dan Sekjen Formappi Sebastian Salang.
Dalam buku itu ditulis komposisi laporan kinerja terdiri atas platform dan garis besar perjuangan dan kerja unggulan fraksi. Laporan kinerja secara rinci memuat peran fraksi dalam bidang legislasi, anggaran, pengawasan serta fungsi representasi.
Muhaimin Iskandar menyambut baik publikasi laporan kinerja fraksi selama setahun terakhir.
“Kinerja fraksi baik, lumayan lah dan kelihatannya tak ada skandal,” kata Muhaimin.
Muhaimin menyatakan, seluruh jajaran fraksinya di DPR sudah menunjukkan peran dan fungsi secara baik. “Tidak ada yang memalukan. Itu kita pantau terus,” katanya.
1.200-an proposal nahdliyin
Laporan FPKB di halaman 175 menulis kinerjanya terkait upaya menjembatani setiap usulan/proposal dari warga nahdliyin. Hal ini dilakukan FPKB mengingat banyak usulan dari kelompok masyarakat (baca: warga nahdliyin) yang menginginkan aspirasi mereka dijembatani dengan pihak eksekutif.
Dikatakan, usulan program atau kegiatan yang dimaksud sangat beragam. Mulai dari bantuan modal untuk kelompok tani, pengembangan lembaga pendidikan, nelayan, organisasi kemasyarakatan, keagamaan dan kepemudaan.
Untuk tahun pertama ini tidak kurang dari 2.000 proposal yang masuk ke Fraksi PKB DPR. Namun karena terkendala teknis perencanaan anggaran dan juga tidak semuanya usulan yang disampaikan sesuai dengan program kementerian yang sudah disahkan, maka banyak proposal kegiatan yang dengan sangat terpaksa tidak bisa diakomodasi.
“Dari 2.000-an proposal yang masuk, FPKB baru bisa mengawal dan menindaklanjutinya secara konkret ke eksekutif sekitar 1.200-an proposal. Itu pun nilainya masih belum signifikan, baru sekitar Rp105 Milyar,” kata laporan buku ini.
Besaran kegiatan yang direalisasikan dimaksud, antara lain:
1.    Program Usaha Angobisnis Pertanian (PUAP) Kementerian pertanian senilai Rp36 milyar untuk 360 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan);
2.    Program Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) Kementerian Pertanian senilai Rp25,7 milyar untuk 105 Pondok Pesantren;
3.    Bantuan Sosial Pendidikan dari Kementerian Agama RI senilai Rp28,3 milyar untuk 318 madrasah;
4.    Program kelompok usaha bersama (KUBE) dari Kementerian Sosial senilai 2,6 milyar untuk 87 KUBE;
5.    Bantuan Sosial dari kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI senilai 2,5 milyar untuk 50 lembaga sosial kemasyarakatan;
6.    Bansos pendidikan senilai Rp7 milyar untuk 130 lembaga pendidikan maupun non-pendidikan; dan bansos kesehatan senilai 5 milyar untuk 100 paket lembaga.
Ketua Fraksi PKB Marwan Ja’far mengatakan, setiap proposal dari warga masyarakat nahdliyin yang masuk melalui FPKB selalu dikonfirmasikan ke pemohon jika kekurangan syarat administrasi, tiada program, maupun kuota sudah habis.
“Bila tahun ini belum terakomodir, Insya Allah, kami upayakan untuk bisa diakomodir tahun berikutnya,” kata Marwan didampingi Sekretaris FPKB Hanif Dhakiri. (sumber:fpkb.or.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: