Fraksi PKB Sesalkan Penanganan Abrasi Sungai Cimanuk

Majalengka–Anggota DPRD Kabupaten Majalengka asal  Desa/Kecamatan Jatitujuh, Drs. Mohamad Jubaedi menegaskan bahwa abrasi Sungai Cimanuk di Blok Klewih yang menghanyutkan sejumlah rumah tidak sepenuhnya akibat faktor alam, tapi juga ulah manusia dan keterlambatan pemerintah dalam menangani persoalan itu. Menurutnya, sewaktu kecil dia melihat aliran sungai cukup aman, sebab dulu bantarannya sudah dipasang senderan menggunakan batu bata dan pasak penahan longsor terbuat dari kayu jati gelondongan.

“Bahkan di tahun 70-an senderan itu masih terlihat sepanjang hampir 500 meter, mulai belakang balai desa lama hingga rumah saudara Halim. Namun sekarang kondisinya berubah, sejumlah bangunan termasuk mushala hancur terbawa arus akibat abrasi,” ujarnya kepada Radar.
Tanda-tanda abrasi sebenarnya sudah terlihat sejak tahun 80-an , saat itu disungai mulai marak aktivitas penambangan pasir. Ironisnya, selain menambang pasir, warga juga mengambil pasak kayu dan bata, sehingga aliran sungai menjadi deras dan sulit terkendali.
Seharusnya, sambungnya, abrasi tidak perlu terjadi jika saja ada ketegasan pemerintah daerah saat itu untuk melarang aktivitas penambangan pasir. “Namun entah kenapa, pemerintah membiarkan. Hasilnya seperti saat ini,” kata dia.

Jubaedi sendiri mengaku gerah dengan sikap pemerintah sekarang, terutama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan, dan Energi (DPSDAPE) yang terkesan saling lempar tanggungjawab dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Dengan kondisi tersebut dia meyakini bahwa Kampung Klewih tidak akan bisa tertolong melihat derasnya aliran sungai, termasuk bangunan SDN 1 Kertajati yang kini kondisinya terancam.

Dikatakan, dasar sungai sudah berongga, sehingga dikhawatirkan akan ambruk dan membahayakan anak didik di sekolah tersebut. Karena itu, yang diperlukan masyarakat adalah solusi, terutama relokasi, bukan saling lempar tanggungjawab.
“Jika dibiarkan, maka jangan harap warga di kampung itu selamat,” tandasnya. Dia mendesak pemerintah segera melakukan langkah cepat untuk mengevakuasi masyarakat yang masih tinggal di sekitar bantaran sungai yang kondisinya terancam. (pai/Radar Majalengka)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: