Gita Minta Rumah Sakit Pemerintah Harus Layani Pasien Miskin Secara Santun

Jakarta,  — Jaminan Kesehatan daerah (Jamkesda), merupakan program pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah. Program diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu atau miskin. Dalam mendapatkan program ini masyarakat harus memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), apabila hendak berobat ke rumah sakit. Pelaksana Jamkesmas dan Jamkesda ini oleh pemerintah menunjuk Rumah Sakit pemerintah baik pusat maupun daerah.
Namun, akhir-akhir ini, banyak masyarakat mengeluhkan dan mengadu kepada ormas dan LSM bahwa pelayanan terhadap pasien yang memiliki SKTM sangat rendah, bahkan di nomor duakan, hal ini seperti disampaikan Ketua Dewam Kesehatan Rakyat (DKR) Jabodetabek Agung Nugroho belum lama ini.

Menanggapi masalah ini, anggota Komisi IX FPKB DPR RI, Hj. Gitalis Dwi Natarina merasa prihatin. Jika memang hal seperti itu terjadi di Rumah Sakit Pemerintah dan sebelum dirinya menjadi anggota parlemenpun sudah banyak kejadian serupa terjadi. “memang saya sangat prihatin, “ya kejadian ini memang sudah lama terjadi”, tuturnya.

Menurut Gita, Pemerintah pusat maupun daerah harus melakukan koreksi secara menyeluruh, kepada pihak rumah sakit yang ditunjuk menangani pasien SKTM ini, apabila memang benar kejadian ini tentunya pemerintah harus tegas menindak pihak rumah sakitnya, “hal ini perlu koreksi dari pemerintah, untuk lebih konsentrasi, lebih tegas, lugas, agar betul-betul terealisasikan dengan benar”, tandas politisi muda PKB ini.

Apabila pihak rumah sakit merasa belum disubsidi oleh pemerintah karena menangani program Jamkesda/Jamkesmas ini, Gita meminta agar pemerintah memberikan haknya rumah sakit, sebab rumah sakitpun butuh butuh biaya untuk itu, “dananya kan sudah tercantum dalam APBN atau APBD, jadi jangan ada penundaan distrubusi dana tersebut”, ujar pedangdut KDI ini.

Gita mengharapkan pihak rumah sakit yang menangani program Jamkesda/Jamkesmas agar jangan jenuh, jangan berbuat kasar kepada pasien, melayani pasien sebagaimana layaknya merawat orang sakit, jangan ada diskriminasi, “khusus kepada pihak rumah sakit, agar jangan jenuh melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya”, harapnya. [jurnalparlemen.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: