Soal Ahmadiyah Majalengka Belum Bersikap

Majalengka – Pemkab Majalengka sampai saat ini belum mengambil sikap terkait Ahmadiyah di daerahnya. Meski Pemerintah Provinsi telah mengeluarkan Pergub tentang larangan segala aktifitas Ahmadiyah, Pemkab Majalengka saat ini masih dalam tarap mendalami sebelum mengambil sikap dengan mendikan Pergub sebagai pedoman.
Hal tersebut dikatakan Wakil bupati Majalengka Dr.H Karna Sobahi MMPd pada Suara Jabar.com.”Pergub, akan menjadi pedoman untuk segala bentuk kegiatan Ahmadiyah,”katanya.
Sementara itu berdasarkan data yang berhasil di himpun Suara Jabar.Com menyebutkan, aktifitas Ahmadiyah di Kabupaten Majalengka belum benar-benar tidak ada, setelah terjadinya aksi penyerarangan yang salah satunya menyebabkan masjid Ahmadiyah hancur di Desa Sadasari Kecamatan Argapura, pengikut Ahmadiyah tidak lagi melakukan aktifitas secara terang-terang seperti sebelum terjadinya penyerangan.
Jemaah yang oleh Majelis Ulama Indonesia  dinilai sesat itu melakukan akfitas secara diam-diam. Seperti halnya yang dilakukan di beberapa tempat di Majalengka, salah satunya di Desa Karayunan Kecamatan Cigasong.
Namun belakangan kegiatan di desa tersebut berhenti setelah pihak-pihak terkait dan masyarakat setempat melakukan pendekatan dan upaya –upaya agar akfitas dan pengikut jemaah tidak terus berkembang.
”Bersama-sama dengan petugas serta warga,secara perlahan kami melakukan pendekatan, dan sekarang sudah tidak ada lagi aktifitas Ahmadiyah di sini,warga yang tadinya sempat masuk juga sudah bertobat,”terang Nana warga Desa Karayunan.(abr/suara jabar.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: