Cak Nun : Karena Doa Kiai, Tsunami Tak Datang

Jember-Gempa yang mengguncang Jepang, dan disusul dengan tsunami yang meluluh-lantakkan sebagian daerah di Jepang, seharusnya merambah wilayah Indonesia, terutama daerah pesisir yang berhadapan langsung dengan laut di mana pusat gempa Jepang berada. Namun gempa itu tidak sampai meluas ke Indonesia, sehingga bangsa Indonesia selamat dari petaka yang sangat mengerikan itu. 

“Ini saya yakin karena doanya para ulama masih didengarkan oleh Allah,” tukas Emha Ainun Nadjib saat pementasan di halaman belakang gedung Puslit Kopi dan Kakao Indonesia, Jember, semalam (12/3).


Menurut Cak Nun –sapaan akrabnya— secara akal sebagian daerah pantai pulau Jawa, juga tak lepas dari amukan badai tsunami, karena jarak Jepang-Indonesia tidak terlalu jauh. Namun, katanya, lantaran di Indonesia masih banyak orang shaleh, yang terus menerus bermunajat kepada Allah, maka Indonesia diselamatkan dari terjangan tsunami. 


“Kita patut berterima kasih kepada orang-orang shaleh seperti beliau-beliau,” tegas Cak Nun seraya mengisyaratkan tangannya kepada kursi undangan VIP yang diisi oleh para kiai.


Cak Nun juga menyinggung soal kekayaan Indonesia yang begitu melimpah. Dikatakannya, benar bahwa di Indonesia dihuni oleh banyak koruptor. Pengemplang uang negara tidak haya terpusat di ibu kota tapi juga meluas ke daerah-daerah, tapi Cak Nun menyatakan yakin bahwa harta kekayaan Indonesia yang begitu banyak dan  beraneka ragam. 


“Percayalah Indonesia kaya, dan itu tidak akan pernah habis. Saya yakin suatu saat kita akan menjadi bangsa yang terhormat,” ulasnya.


Penampilan Cak Nun bersama Kiai Kanjeng tersebut adalah dalam rangka merayakan 100 tahun Puslit Kopi dan Kakao Indonesia. Dalam kesempatan itu, sekitar 2.500 hadirin memadati halaman belakang gedung Puslit. 


Hadir juga sejumlah kiai ternama seperti KH. Hamid Hasbullah (pengasuh pesantren al-Azhar), KH. Ahmad Nasihin (Syuriah NU) dan KH. Lutfi Ahmad (pengasuh pesantren Madinatul Ulum). 


Dalam pementasan yang juga didukung oleh HARIAN BANGSA tersebut, Cak Nun tidak ditemani istrinya, Novia Kolopaking. Wanita yang sudah memberi Cak Nun dua anak itu, saat ini sedang sibuk mengurus anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 


”Kalau saya keluar, istri di rumah, momong anak. Kalau dia yang keluar, ganti saya yang momong anak. Kalau di rumah saya menjadi pelayan keluarga,” jelas Cak Nun (ary/NU Online).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: