Pemerintah Resmi Tunda Pembatasan BBM

JAKARTA– Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menunda program pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang sebelumnya direncanakan mulai April 2011.

Sejauh ini pemerintah belum siap melakukan program yang rencananya diterapkan untuk mengurangi beban subsidi BBM tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menyampaikan keputusan pemerintah itu dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta kemarin. Namun, Darwin tidak menyebutkan waktu pelaksanaannya setelah resmi diundur dari jadwal semula. Dalam rapat tersebut, Darwin hanya menyampaikan tiga opsi pengaturan yang merupakan hasil kajian dari Tim Kajian Pengaturan BBM yang dipimpin Anggito Abimanyu.Dia juga menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM, tapi menjaga konsumsi BBM subsidi tepat sasaran dan tepat volume.

Pemerintah saat ini memandang perlunya mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang tepat. ”Walaupun pengaturan konsumsi premium ini diundur,pemerintah tetap tidak akan menaikkan harga BBM,” tandasnya. Darwin mengungkapkan, hingga saat ini konsumsi BBM jenis premium sudah meningkat 7% di atas kuota kemudian solar mencapai 14% melebihi kuota. Jika pengawasan tidak ditingkatkan, Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi BBM subsidi bisa melampaui 42 juta kiloliter (kl). Saat ini terdapat tiga upaya yang dilakukan pemerintah terkait pengaturan BBM bersubsidi.


Ketiga usaha itu adalah meningkatkan pengawasan dengan penguatan kelembagaan dan sosialisasi, mengintensifkan persiapan alat kendali dan sistem pendukung, serta mengembangkan bahan bakar alternatif yang menjangkau.” Namun, usaha itu belum jelas bentuknya,”ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKB Nur Yasin menyetujui pengunduran waktu pelaksanaan program pengaturan BBM bersubsidi.”Kami pikir diundur sampai September– Oktober 2011 cukup realistis,” ujarnya.


Menurut dia,program pengaturan BBM harus dimulai tahun ini guna menekan angka subsidi. Pemerintah memperkirakan volume BBM subsidi akan meningkat hingga 42 juta kl atau naik 3,5 juta kl dibanding kuota APBN 2011 sebesar 38,5 juta kl.Kenaikan volume 3,5 juta kl diperkirakan meningkatkan subsidi sebesar Rp7 triliun. Meski menunda pembatasan BBM,pemerintah masih menilai pengalihan penggunaan premium ke pertamax merupakan opsi yang terbaik. Menurut Darwin, dari tiga opsi yang diusulkan Tim Pengkaji Pembatasan BBM Bersubsidi, pemerintah tetap menilai opsi kedua dan ketiga adalah yang terbaik.


Namun, untuk opsi paling realistis adalah nomor 1, yakni menaikkan harga premium sebesar Rp500/liter. Diketahui, Tim Pengkaji terdiri atas konsorsium tiga universitas, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. (sumber: sindo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: