Helmy Faishal Zaini, Saya Menyebutnya Mutiara Terpendam

Jakarta--Daerah perbatasan merupakan daerah penting bagi sebuah negara karena berkaitan dengan identitas negara serta pertahanan dan keamanan.  
Ironisnya, pembangunan di tapal batas tersebut tertinggal di­bandingkan wilayah lain. Dari 37 daerah yang terletak  di per­batas­an, 26 di antaranya masuk kate­gori daerah tertinggal. 

Akibat “ketertinggalan” itu, umumnya mas­yarakat yang tinggal di dae­rah perbatasan rasa na­sio­nalismenya rendah. Mereka tidak bangga dengan negaranya sendiri karena memang tak pernah tersentuh pem­bangunan. 


Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini mengatakan pembangunan kawasan perbatasan menjadi salah satu prioritas pembangunan kementeriannya. 


Bagaimana pembangunan yang akan dilakukan? Berikut wa­­wancara Rakyat Merdeka, de­ngan Helmy di Jakarta, kemarin. 


Mayoritas daerah perbatasan merupakan daerah tertinggal padahal daerah itu sangat pen­ting dalam menjaga NKRI. Apa yang akan dilakukan Ke­men­terian PDT untuk daerah tersebut?

Di dalam rencana strategis (Renstra) Kementerian PDT sekaligus sebagai bagian strategi nasional, dari sebelas prioritas pembangunan, salah satunya upaya pemberdayaan dan pem­bangunan daerah tertinggal, terpencil, terdepan dan terluar NKRI.


Prioritas tersebut, selaras de­ngan isi undang-undang (UU) mengenai tata ruang yang me­man­dang dan memosisikan ka­wasan perbatasan sebagai ka­wasan strategis dari sisi perta­han­an dan keamanan.


Kami membagi tiga kawasan se­bagai kawasan penting yang ha­rus diprioritaskan dalam pro­gram lima tahun ke depan. Per­tama, kawasan timur Indo­nesia. Karena 70 persen daerah per­batasan yang tertinggal berada di wilayah Indonesia timur. Kedua, kawasan daerah pasca bencana dan konflik. Ketiga kawasan perbatasan.


Berdasarkan catatan kami, dari 37 kabupaten/kota yang ada di kawasan perbatasan, 26 di an­taranya merupakan daerah ter­ting­gal. Kami akan melakukan berba­gai langkah dan upaya agar pembangunan di daerah per­ba­tasan mendapatkan prioritas. 


Masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan umumnya berpendidikan rendah. Apakah Kementerian PDT mengalami kesulitan komunikasi dengan masyarakat di daerah ter­sebut?

Sejauh ini tidak ada masalah. Ada Kader Pengerak Pem­ba­ngun­a­n Satu Bangsa di daerah-dae­rah perbatasan yang mela­kukan pendampingan. Mereka yang melakukan komunikasi secara proaktif bersama kelom­pok-kelompok masyarakat untuk transformasi informasi. Satu hal yang tidak kalah penting, para kader penggerak melakukan ke­giatan menanamkan wawasan kebangsaan pada masyarakat di kawasan perbatasan. Masyarakat diingatkan perlunya menegakkan identitas bangsa dan menjaga nasionalisme.


Kegiatan apa yang dilakukan Kader Pengerak  Pembangunan Satu Bangsa di dalam me­na­namkan wawasan kebangsaan?

Kader Pengerak Pembangunan Satu Bangsa melakukan kegiatan mentransformasi informasi untuk meningkatkan wawasan kebang­saan masyarakat dan nasionalis­me. Belum lama, mereka me­la­kukan upaya cinta tanah air de­ngan membudayakan pema­kaian pin merah putih di daerah-daerah perbatasan.  


Tenaga dan anggaran yang dimiliki Kementerian PDT terbatas. Sejauh ini bagaimana koordinasi dengan kementerian teknis untuk meningkatkan pembangunan kawasan per­batasan?

Kami sedang menyusun lang­kah-langkah untuk memak­si­malkan program pembangunan pemeritah dengan melakukan koordinasi dengan institusi lain. Ada beberapa program yang bisa disinergikan. Kementerian PDT telah membagi tiga kluster. Pertama, kluster bantuan-ban­tuan dari pemerintah yang ber­dimensi bantuan sosial. Di an­taranya pro­gram keluarga ha­rapan, jam­kesmas, program raskin, program bantuan opera­sional sekolah dan lain-lain. Kedua, kluster bantuan dari pemerintah untuk melakukan pemenuhan hak dasar. Di antara­nya membangun infrastruktur jalan, infrastruktur komunikasi, kelistrikan, air bersih dan ke­sehatan. Ketiga, kluster program-program yang berdimensi pem­berdayaan mas­yarakat, yaitu mulai dari PNPM Mandiri, pem­berian atau penjaminan modal penyertaan untuk kredit usaha rakyat.


Terkait dengan pelaksanaan pro­gram tersebut, Kementerian PDT memiliki program yang kami sebut dengan program bedah desa.  


Dari ratusan daerah ter­ting­gal, sudah berapa daerah yang telah disentuh Kemen­terian PDT?

Ada 50 daerah yang akan segera dientaskan. Tetapi yang menjadi tanggung jawab secara keseluruhan ada 183 kabupaten. Kami akan intervensi melalui beberapa program.  


Apakah ada kendala yang dihadapi Kementerian PDT da­lam melakukan pem­bangun­an di daerah tertinggal?

Sejauh ini semua masih ber­jalan dengan baik. Saya kira ke depan fungsi koordinasi dengan  stakeholder perlu ditingkatkan. Tugas melakukan pembangunan nasional yang berdimensi ke­pada  keadilan dan kemerataan bukan hanya menjadi domain pe­meritah pusat tetapi keikusertaan stake­hol­der yang lain yaitu pemerintah pro­vinsi, kabupaten/kota, in­ves­tor, akademisi dan  pemerhati. 


Sejauh ini bagaimana koor­dinasi dengan pemerintah pro­vinsi?

Sejauh ini komunikasi dan koordinasi cukup bagus. Kami mela­kukan fungsi-fungsi koor­di­nasi dengan baik.  Pemerintah dae­rah cukup responsif atas program-program yang kami buat. Hanya saja, karena keter­batasan anggaran yang dimiliki, beberapa daerah masih meng­andalkan uluran bantuan dari pemerintah pusat me­ngentaskan daerah tertinggal yang ada di wilayahnya.


Bagaimana peran pemerin­tah dalam mengen­taskan dae­rah tertinggal?

Saya melihat perhatian cukup bagus, hanya tinggal memak­simal­kan potensi yang ada di daerah­nya. Kementerian PDT sedang mengembangkan potensi yang dimiliki daerah tertinggal. saya menyebutnya mutiara ter­pendam. Potensi itu di antaranya kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, baik obyek wisata dan perikanan. Kami akan  mendorong melalui, apa yang kami sebut sebagai produk ung­gulan kabupaten daerah tertinggal.  


Apakah Kementerian PDT sudah berhasil menggaet in­vestor untuk membangun dae­rah tertinggal?

Kami sedang melakukan upa­ya terus menerus. Terutama daerah tertinggal yang memiliki potensi. Ada beberapa investor yang ingin mengembangkan teknik me­na­nam padi dengan bibit unggulan di beberapa dae­rah tertingga. Ada juga investor yang ingin me­ngem­bangkan budi daya rumput laut dan hasil perkebunan. Be­be­rapa di anta­ranya sudah berjalan. (sumber: rakyatmerdeka)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: