Kemenakertrans Targetkan 10.000 Peserta

JAKARTA Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menargetkan mengirim 10.000 calon transmigran ke berbagai daerah di seluruh Indonesia tahun ini.

Kemenakertrans telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 600 miliar untuk kebutuhan ini. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, meski mematok target tinggi, Kemenakertrans tetap akan melakukan seleksi.Transmigran yang dikirim adalah mereka yang sudah siap memulai kehidupan baru secara mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Perubahan orientasi penempatan juga akan diubah. Kemenakertrans tidak lagi mengutamakan besarnya jumlah penempatan transmigran, melainkan lebih pada kualitas dan kapasitas calon transmigran beserta keluarganya.Untuk mendukung program ini, Kemenakertrans telah merevitalisasi Balai Latihan Transmigrasi (Balatrans) sebagai lembaga pelatihan.

Saat ini Kemenakertrans memiliki lima unit Balatrans sebagai Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) yang meliputi Balatrans Pekanbaru (wilayah Sumatera), Balatrans Yogyakarta (wilayah Jawa),Balatrans Denpasar (wilayah Bali, NTB, NTT), Balatrans Banjarmasin (Kalimantan dan sekitarnya), serta Balatrans Makassar (Sulawesi, Maluku,dan Papua). “Revitalisasi Balatrans dilakukan dengan meningkatkan fasilitas,peralatan, dan infrastruktur pelatihan,” tegas Muhaimin di Jakarta kemarin. Tidak hanya itu,diperlukan juga penambahan kualitas dan kuantitas instruktur, penyusunan kurikulum program,dan penataan manajemen pengelolaan Balatrans. “Tetapi kami menemui kendala terbatasnya dana, sehingga perbaikan Balatrans memerlukan dukungan dari daerah dan swasta,”ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Abdul Aziz Suseno meminta Kemenakertrans menggalakkan program transmigrasi ke beberapa daerah di luar Pulau Jawa. Selama ini, ujarnya,program pemindahan penduduk ke daerah yang lebih renggang penduduk berhenti karena alasan dana yang terbatas. Transmigrasi, ujarnya,memiliki multiefek terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Dengan program ini, akan terjadi pemerataan pembangunan dan penyebaran penduduk. Populasi penduduk Indonesia pun tidak hanya berpusat di Jawa.

Dengan begitu, pembangunan di berbagai daerah akan bisa meningkat. “Saya kira tidak perlu ada pemindahan ibu kota yang akan memakan biaya yang sangat besar. Cukup dengan transmigrasi dan membuka lahan pertanian.Bisa di Kalimantan, Sulawesi,dan daerah timur lainnya,”katanya. neneng zubaidah/sindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: