PKB Optimis, PPP Takut Tinggal Nama

Jakarta, Pelita
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Maewan Ja’far mengemukakan, pihaknya optimistis PKB akan bangkit dan memperoleh suara lebih besar pada Pemilu 2014 dibanding Pemilu 2009.
“Ada tanda-tanda kebangkitan dan kami optimistis akan lebih baik,” katanya di Gedung DPR di Senayan Jakarta, Rabu (6/4).
Dia menjelaskan, PKB pada Pemilu 2009 tidak optimal melakukan kampanye. “Bisa dibilang PKB tidak kampanye pada Pemilu 2009. Yang terpilih menjadi anggota DPR lebih karena faktor pribadi,” katanya.
Menurut dia, PKB tidak optimal melakukan kampanye pada Pemilu lalu karena adanya faktor internal. “Waktu itu’ kan ada konflik internal dan konflik itu sedang memuncak. Ada gugatan-gugatan dan itu sangat mengganggu,” katanya.
Karena adanya persoalan internal yang kemudian berujung pada gugatan, maka upaya PKB berkampanye terganggu. “Malah bisa dibilang tidak bisa berkampanye,” katanya.
Dia mengatakan, walaupun terganggu masalah internal dan adanya masalah hukum waktu menjelang Pemilu 2009, namun PKB masih memperoleh suara lima persen. “Terganggu sekali tapi masih dapat lima persen suara,” katanya.
Dia mengatakan, perolehan suara PKB pada Pemilu 2009 kemungkinan bisa lebih baik bila tidak ada persoalan internal dan gugatan hukum. “Coba kalau tak ada masalah internal dan tidak ad gugatan, pasti bisa kampanye,” katanya.
Tinggal Nama
Sementara itu, Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengkhawatirkan hanya tinggal nama setelah Pemilu 2014 jika DPR RI menyepakati persyaratan Parliamentary Thershold lima persen pada pembahasan RUU tentang Pemilu.
“Jika DPR RI memutuskan Parliamentary Thershold lima persen, PPP pesimis bisa lolos dari persyaratan tersebut,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Hasrul Azwar pada diskusi “Tantangan Pengelolaan Parpol dengan UU yang baru” di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (6/4).
Parliamentary Thershold adalah persyaratan batas ambang prsentase perolehan kursi agar suatu parpol berada di parlemen. Menurut dia, PPP harus mengantisipasi kemungkinan disetujuinya persyaratan “Parliamentary Thershold” lima persen agar tetap berada di parlemen setelah Pemilu 2014. (kh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: