DPW Jabar Harap Tidak Ada ‘Adu Jago’ Di Muscab PKB Majalengka

Bandung–Keberhasilan PKB Majalengka menaikan perolehan kursi 100 persen pada Pemilu 2009 hendaknya terus dijaga dan ditingkatkan. Modal utamanya adalah dengan menjalin kebersamaan dan soliditas semua komponen partai. Untuk itu Muscab PKB Majalengka yang rencananya akan digelar 26 Juni 2011 mendatang diharapkan berjalan kondusif dan tidak terjadi ‘adu jago’.
Demikian disampaikan Wakil Sekretaris DPW PKB Jabar, Ahmad Lilik, S.Ag., saat dimintai komentarnya di sekretariat DPW PKB Jabar, jalan BKR Bandung Senin (30/5/11).
“DPC Majalengka dan DPAC harus mengupayakan agar dalam Muscab mendatang tidak terjadi ‘adu jago’, karena sedikit banyak akan timbul ekses kurang baik dalam membangun soliditas partai”, harapnya.
Dikatakannya, saat ini PKB Majalengka merupakan salah satu icon dan kebanggan PKB Jabar. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan PKB Majalengka menaikkan 100 persen kursi DPRD pada Pemilu 2009. Padahal di saat yang sama  PKB di daerah lain mengalami penurunan. Kang Lilik menilai, selama ini PKB Majalengka telah mampu menjaga keutuhan partai, terutama di saat terjadi konflik di pusat dan wilayah. Terbukti dengan tidak munculnya komponen-komponen partai yang mengatasnamakan PKB Gus Dur selama proses Pemilu 2009 yang lalu hingga sekarang. PKB Majalengka juga merupakan model rujukan bagi daerah lain dalam membangun harmonisasi antara PKB dan NU. Di Majalengka belum pernah terdengar gesekan-gesekan antara PKB dan NU.
Saat ini, lanjut Alumnus IAIN SG Bandung ini, PKB Jabar sedang melakukan penataan organisasi di tingkat DPC dan DPAC. Beberapa daerah yang dulu dikenal sebagai daerah rawan konflik sekarang sudah solid. Hal ini sangat penting untuk mempersiapkan pemenangan pemilu 2014 yang akan datang. Turunnya perolehan suara dan kursi PKB Jabar pada pemilu yang lalu lebih disebabkan oleh minimnya konsolidasi akibat gesekan-gesekan konflik di daerah pasca konflik di pusat. Ke depan, Lilik yakin PKB Jabar akan mampu mendulang target minimal 7 kursi DPR RI.
“Karenanya, saya berharap Muscab Majalengka tidak terjadi adu jago. Aklamasi dalam memilih ketua syura dan tanfidz adalah bentuk demokrasi sejati. Karena demokrasi itu tidak harus berbeda pendapat. Demokrasi yang baik adalah keputusan dengan musyawarah mufakat”, katanya.
Lalu siapa yang dijagokan DPW?
“Yang sudah baik harus dipertahankan”, jawab Kang Lilik diplomatis sambil tersenyum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: