Suka Duka Menteri PDT di Pedalaman

June 29, 2011

Nias – Cuaca buruk di wilayah Gunung Sitoli membuat pesawat berputar-putar selama 20 menit di atas Kepulauan Nias. Hujan deras dan goncangan hebat membuat semua penumpang menjadi pucat dan takut.

Setelah sang kapten pesawat mencoba untuk melakukan pendaratan dan gagal, akhirnya sang kapten memutuskan untuk kembali ke Bandara Polonia, Medan, Suamtera Utara.

“Jarak pandang hanya 1 kilometer dan cuaca di Bandara Gunung Sitoli tidak baik, kita akan kembali ke Medan dan juga bahan bakar telah menipis,” kata Pilot pesawat Kapten Arif.

Hari itu, Selasa (28/6) kemarin, rencananya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini akan meninjau daerah tertinggal di Kepulauan Nias.

“Syukurlah, pilot mengambil keputusan yang tepat untuk kembali,” ujar Helmy kepada detikcom saat berada di dalam pesawat pulang kembali menuju Medan.

Sambil tersenyum, Helmy mengaku punya segudang pengalaman dalam perjalanan yang mengancam hidupnya selama menjabat menteri PDT.

Keesokan harinya, Rabu (28/9), menteri termuda di kabinet KIB Jilid II ini kembali ke Nias tanpa gangguan berarti.

“Syukurlah perjalanan kali ini aman dan kita memenuhi janji kita dengan masyarakat di sini,” terangnya.

Di sela-sela perjalanannya mengelilingi Nias Selatan, Helmy menceritakan, sebelum di Nias, dirinya juga pengalaman menenangkan saat berkunjung di pedalaman Papua yaitu Warsemban dan Amdamete.

“Kami menggunakan perahu menuju ke sana dan saat itu cuaca juga sangat buruk dan ombaknya tinggi,” kenangnya.

Dirinya kala itu bersama rombongan menggunakan 3 buah perahu. Salah satunya kapal yang mengantarkannya adalah kapal patroli kepolisian.

“Nah kapal Patwal yang berada di depan itu dihantam ombak dan terbalik. Untungnya tidak ada korban dan petugasnya bisa berenang,” jelasnya.

Menurut Helmy, selama menjabat menteri PDT, dirinya telah banyak berkunjung di daerah-daerah tertinggal. Jika dihitung, hingga saat ini dirinya telah mendatangi 110 kabupaten.

“Masyarakat itu memerlukan pemerintah yang hadir di tengah-tengah mereka,” kata Helmy.

Saat berada di masyarakat, Helmy mengaku mendengarkan permintaan-permintaan setiap orang. Namun, Helmy mengaku tidak asal berjanji karena yang dibutuhkan masyarakat adalah stimulus untuk mulai bekerja membangun desanya.

“Semua butuh proses dan tidak asal jadi. Kita memberikan bantuan dan berharap masyarakat dapat menindak lanjutinya,” ujarnya.

Jadi masih ingin ke pedalaman Pak? Sambil tersenyum, Helmy menjawa bahwa itu adalah tugasnya mengunjungi daerah tertinggal dan perbatasan.

(fiq/lrn/detik.com)


PCNU Majalengka Gelar Harlah NU

June 29, 2011
Sukahaji Majalengka–Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka menggelar acara peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke 85 di sekretariat PCNU Jalan Raya Majalengka-Sumber Sukahaji Majalengka Rabu (29/6/11).
Acara Harlah yang digelar cukup sederhana ini diawali pukul 09.00 WIB dengan Dialog Ke-NU-an oleh Wakil Katib PCNU KH. Hasan Ajhuri dan Managirial Organisasi oleh Kepala TU Kemenag Kabupaten Majalengka Drs. H. Saeful Uyun MPd.
Selepas shalat dhuhur, Harlah dilanjutkan dengan acara tabligh akbar. Bertindak sebagai pembicara KH. Asep Saeful Millah dari Tasikmalaya yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat. Hadir pada kesempatan itu Rois Syuriyah PCNU Majalengka KH. Aban Banani, Katib KH. Yusuf Karim, Pjs Ketua Drs. Iwan Bulyawan MPd, Sekretaris Drs Dedi Mulyadi MM, beserta seluruh jajaran PCNU, MWCNU, Banom, Lajnah dan lembaga serta ratusan ulama dan ibu-ibu muslimat. Tampak hadir pula Ketua Dewan Syura DPC PKB Majalengka KH. Badrussalam, Mantan Ketua Dewan Syura KH. Moch. Endin Sholehuddin, Ketua DPC PKB Nasir, SAg, beberapa anggota Fraksi PKB, serta puluhan pengurus DPAC PKB Kabupaten Majalengka.
Dalam paparannya, KH. Asep Saeful Millah menegaskan pentingnya mengibarkan semangat perjuangan NU di kalangan pengurus dan warga NU Majalengka. Utamanya semangat di bidang pendidikan, ekonomi dan dakwah. Ajengan Asep juga mengharapkan agar pengurus NU di Majalengka berhati-hati dalam menerima bantuan keuangan dari pemerintah.
“Ibarat tentara thalut yang akan berperang melawan jalut, saat mereka kehausan dan di hadapan mereka terbentang air sungai yang jernih, maka yang yang  menang dan selamat adalah mereka yang hanya mengambil air tersebut dengan seciduk tangan. Begitupun dengan NU, jika terus menerus mengharapkan dan menerima bantuan dari pemerintah maka dikhawatirkan ghiroh berperangnya akan melemah”, ujarnya.
Selepas tabligh akbar, warga nahdhiyyin melanjutkan Harlahnya dengan berziarah ke makam pendiri NU Kabupaten Majalengka KH. Abdul Halim di Kecamatan Leuwimunding.
Ketua Panitia Harlah sekaligus sekretaris PCNU Majalengka, Drs. Dedi Mulyadi MM usai acara kepada media ini mengatakan, Harlah NU di Majalengka sengaja diselenggarakan secara sederhana. Namun substansinya cukup lengkap, karena ada acara asfek pengkaderan dengan dialog Ke-NU-an dan Kebangsaan, asfek diniyah dengan menggelar tabligh akbar dan asfek tradisi dengan ziarah ke makam pendiri NU Majalengka. Pihaknya juga sedang mempersiapkan keberangkatan warga NU Majalengka  ke Jakarta tanggal 17 Juli mendatang untuk menghadiri Harlah NU secara nasional.
“Insya Allah tanggal 17 Juli mendatang kita akan berangkatkan jamaah NU dengan beberapa bus. Mohon do’a dan partispasinya dari semua pihak”, harap pria asal Desa Banjaran Kecamatan Maja ini. (abi)

Sudah 11 Parpol Lolos Verifikasi di Majalengka

June 29, 2011
Majalengka – Mendekati batas akhir verifikasi partai politik peserta pemilu 2014 di tingkat Kabupaten/Kota akhir Juni 2011 ini, di Kabupaten Majalengka sediktinya sudah 11 partai politik yang dinyatakan lolos verifikasi.

Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Majalengka, Mutaqo Arifin mengatakan, sebelas partai politik tersebut adalah Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indoneisa (PKPI), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

“Sebelumnya ada 9 parpol yang lolos verifikasi, ditambah dua yang baru dikeluarkan surat keterangan terdaftar (SKT) yakni Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Haura),jadi total sudah 11 parpol ” kata Murtaqo kepada sejumlah wartawan, Selasa (28/6/2011).

Murtaqo menjelaskan, masih ada tiga partai politik lagi yang akan menyusul lolos verifikasi sebagai peserta pemilu 2014 di Kabupaten Majalengka yakniPartai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Gerakan Indonsia Raya (Gerindra) dan Partai Nasional Republik (Nasrep).

“Untuk ketiga parpol yang akan menyusul lolos tersebut masih menunggu selesai tanda tangan pimpinan, sementara ada satu parpol yang mengundurkan diri yakni Partai Damai Sejahtera (PDS),” ujar Murtaqo.

Murtaqo menambahkan, Seusai UU No 2/2011 tentang Partai Politik, kepengurusan di tingkat kabupaten/kota paling sedikit 50 persen dari jumlah kecamatan. Artinya, untuk bisa lolos verifikasi sebuah parpol di Kabupaten Majalengka harus memiliki kepengurusan minimal di 13 Kecamatan dari total 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka.

Selain itu persyaratan lainnya adalah minimal kantor sekretariat parpol mengontark harus 4 tahun berbeda dengan parpol besar rata-rata sudah memiliki aset kantor sendiri tidak mengontrak.

Batas akhir verifikasi di tingkat kabupaten/kota adalah sampai 30 Juni 2011, selanjut di tingkat provinsi 30 Juli 2011 dan pusat 22 Agustus 2011. “Kalau tidak lolos verifikasi tidak bisa mengikuti Pemilu 2014,” tuturnya. (majalengka-online)

Tim Formatur Himpun 71 Nama Calon Pengurus DPC PKB Majalengka

June 28, 2011
Majalengka–Rapat Tim Formatur yang digelar Selasa sore (28/6/11) berhasil menghimpun 71 nama yang bakal diproyeksikan menjadi pengurus DPC PKB Majalengka periode 2011-2016. Sekretaris Tim Formatur, Nasir, S.Ag, usai rapat tertutup tersebut mengatakan hal itu kepada media ini.
“Ada 71 nama yang diusulkan oleh DPAC PKB se-kabupaten Majalengka, PCNU, GP Ansor, PMII, Fatayat dan Muslimat NU untuk duduk di kepengurusan DPC PKB Majalengka 2011-2016”, terang Ketua terpilih DPC PKB Majalengka ini diamini anggota formatur yang lain.
Dikatakannya, nama-nama tersebut selanjutnya akan diseleksi menjadi 45 orang. Sesuai dengan amanat Muscab III PKB Majalengka kemarin, kepengurusan DPC PKB Majalengka 5 tahun ke depan terdiri dari 11 orang Dewan Pertimbangan, 19 orang Dewan Syura dan 15 orang Dewan Tanfidz. Namun bisa saja jumlah kepengurusan bertambah atau berkurang sesuai dengan kebutuhan.
Saat ditanya siapa saja calon pengurus yang berhasil dihimpun dan adakah wajah baru di dalamnya, Wakil Ketua DPRD Majalengka ini enggan menjelaskannya. “Tunggu saja sampai hari Sabtu, Insya Allah kita akan membuat keputusan final” katanya tersenyum sembari menambahkan, dalam tiga hari ke depan, pihaknya akan memanggil calon-calon pengurus untuk dilakukan fit and proper tes dan kontrak kerja politik terkait kapabelitas dan loyalitas calon pengurus
Muncul 3 Nama Calon Sekjen
Sumber media ini yang enggan disebut namanya mengungkapkan bocoran sekitar susunan kabinet “Badrun” (Badrussalam-Nasir). Dikatakannya, posisi calon Sekjen (sebutan untuk sekretaris Tanfidz) akan diperebutkan oleh 3 orang, yakni mantan sekretaris periode sebelumnya Drs. Abdul Muin, Ketua Fraksi PKB Ade Ganda Sasmita, AMa, dan Anggota Fraksi PKB Drs. Muhammad Jubaidi. Namun sepertinya Abdul Muin lebih diunggulkan karena mendapat dukungan dari sebagian besar DPAC dan keluarga besar NU Majalengka. Sementara untuk calon sekretaris dewan syura juga ada 3 nama yang muncul, yakni sekretaris syura periode lalu K. Kosim Mubarok, Ketua DPAC PKB Bantarujeg Ust. Cecep Sholih Somantrie dan Ketua Fraksi PKB Ade Ganda Sasmita, AMa.
Sementara nama-nama calon pengurus lainnya yang muncul, tambahnya, ada wajah lama yang sepertinya akan dipertahankan yakni Mas Zainal Muhyiddin, SAg, Imam Royani AZ, dan Aan Sutisna SH. Ada juga nama-nama baru yang diproyeksikan mengisi pos wakil ketua dan wakil sekretaris, yakni Diding Rosyidin Ssos, Dana Suganda, Abdul Sidik, dan lainnya.
“Ini hanya bocoran, wallahu a’lam”, ujarnya sambil tertawa. (AS)

Laporan Pertanggungjawaban DPC PKB Majalengka 2006-2011

June 28, 2011


Garis-Garis Besar Program Kerja DPC PKB Majalengka 2011-2016

June 28, 2011

http://www.scribd.com/embeds/59880928/content?start_page=1&view_mode=list&access_key=key-xtqxmv4fzhsf30ej09a(function() { var scribd = document.createElement(“script”); scribd.type = “text/javascript”; scribd.async = true; scribd.src = “http://www.scribd.com/javascripts/embed_code/inject.js”; var s = document.getElementsByTagName(“script”)[0]; s.parentNode.insertBefore(scribd, s); })();


Nasir : Calon Pengurus Akan di Fit And Proper test

June 27, 2011
Majalengka–Pasca Muscab III yang diselenggarakan hari Ahad (26/7/11) yang lalu, DPC PKB Kabupaten Majalengka selanjutnya akan menyusun kepengurusan lengkap DPC PKB Majalengka periode 2011-2016. Rencananya hari ini Selasa (28/6/11) Tim formatur akan menggelar rapat pertamanya.
Ketua Dewan Tanfidz terpilih sekaligus sekretaris formatur, Nasir, SAg, kepada media ini mengatakan sesuai dengan amanat Muscab III Tim Formatur diberi tugas untuk menyusun kepengurusan lengkap paling lama 15 hari terhitung dari hari Senin (27/6/11). Tim formatur terdiri dari 7 orang, yakni Ketua Dewan Syura terpilih KH. Badrussalam, Wakil DPAC PKB Dapil I Cecep Sholeh Somantrie, Wakil DPAC PKB Dapil III Ust. Abdul Hamid, Wakil DPAC PKB Dapil IV Syamsuri Hader, Wakil unsur perempuan Kokom Komariyah, DPW PKB Jabar HM. Sidkon Djampi, SH, dan dirinya selaku Ketua Tanfidz terpilih.
“Insya Allah hari ini pukul 14.00 WIB kami akan menggelar rapat pertama. Mungkin baru sebatas menginventarisir nama-nama calon pengurus. Ada waktu 15 hari yang disediakan, kami tidak ingin tergesa-gesa. Yang penting hasilnya dapat memuaskan semua pihak”, kata wakil ketua DPRD Majalengka ini.
Ditambahkannya, pengurus DPC PKB Majalengka periode lima tahun ke depan sesuai dengan amanat Muscab berjumlah 45 orang, terdiri dari Dewan Pertimbangan, Dewan Syura dan Dewan Tanfidz (Pengurus Harian). Rekruitmen calon pengurus dilakukan dengan cara menyebar angket kepada seluruh DPAC PKB se-kabupaten Majalengka, PCNU Majalengka, PC. GP Ansor Majalengka, PC. Fatayat dan Muslimat Majalengka serta PC PMII Majalengka. Hasil angket kemudian digodok Tim Formatur untuk diseleksi sesuai dengan kebutuhan partai.
“Khusus untuk pengurus harian (dewan tanfidz), kami akan melakukan fit and proper test terhadap semua calon pengurus yang diusulkan. Ini penting untuk menilai kapabelitas dan loyalitas mereka terhadap perjuangan partai”, katanya.