Suka Duka Menteri PDT di Pedalaman

Nias – Cuaca buruk di wilayah Gunung Sitoli membuat pesawat berputar-putar selama 20 menit di atas Kepulauan Nias. Hujan deras dan goncangan hebat membuat semua penumpang menjadi pucat dan takut.

Setelah sang kapten pesawat mencoba untuk melakukan pendaratan dan gagal, akhirnya sang kapten memutuskan untuk kembali ke Bandara Polonia, Medan, Suamtera Utara.

“Jarak pandang hanya 1 kilometer dan cuaca di Bandara Gunung Sitoli tidak baik, kita akan kembali ke Medan dan juga bahan bakar telah menipis,” kata Pilot pesawat Kapten Arif.

Hari itu, Selasa (28/6) kemarin, rencananya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini akan meninjau daerah tertinggal di Kepulauan Nias.

“Syukurlah, pilot mengambil keputusan yang tepat untuk kembali,” ujar Helmy kepada detikcom saat berada di dalam pesawat pulang kembali menuju Medan.

Sambil tersenyum, Helmy mengaku punya segudang pengalaman dalam perjalanan yang mengancam hidupnya selama menjabat menteri PDT.

Keesokan harinya, Rabu (28/9), menteri termuda di kabinet KIB Jilid II ini kembali ke Nias tanpa gangguan berarti.

“Syukurlah perjalanan kali ini aman dan kita memenuhi janji kita dengan masyarakat di sini,” terangnya.

Di sela-sela perjalanannya mengelilingi Nias Selatan, Helmy menceritakan, sebelum di Nias, dirinya juga pengalaman menenangkan saat berkunjung di pedalaman Papua yaitu Warsemban dan Amdamete.

“Kami menggunakan perahu menuju ke sana dan saat itu cuaca juga sangat buruk dan ombaknya tinggi,” kenangnya.

Dirinya kala itu bersama rombongan menggunakan 3 buah perahu. Salah satunya kapal yang mengantarkannya adalah kapal patroli kepolisian.

“Nah kapal Patwal yang berada di depan itu dihantam ombak dan terbalik. Untungnya tidak ada korban dan petugasnya bisa berenang,” jelasnya.

Menurut Helmy, selama menjabat menteri PDT, dirinya telah banyak berkunjung di daerah-daerah tertinggal. Jika dihitung, hingga saat ini dirinya telah mendatangi 110 kabupaten.

“Masyarakat itu memerlukan pemerintah yang hadir di tengah-tengah mereka,” kata Helmy.

Saat berada di masyarakat, Helmy mengaku mendengarkan permintaan-permintaan setiap orang. Namun, Helmy mengaku tidak asal berjanji karena yang dibutuhkan masyarakat adalah stimulus untuk mulai bekerja membangun desanya.

“Semua butuh proses dan tidak asal jadi. Kita memberikan bantuan dan berharap masyarakat dapat menindak lanjutinya,” ujarnya.

Jadi masih ingin ke pedalaman Pak? Sambil tersenyum, Helmy menjawa bahwa itu adalah tugasnya mengunjungi daerah tertinggal dan perbatasan.

(fiq/lrn/detik.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: