Jadwal Imsakiyah Ramadlan 2011 Wilayah Majalengka

July 31, 2011

#main-wrapper, .post{width:830px;border:1px solid #cdf498;background:#bff3b1;margin-bottom:15px;padding:10px 10px 0 10px;}.post-title{color:#1b450b;margin:0 0 10px 0;padding:0;font-family:Arial,Helvetica,Sans-serif;font-size:18px;line-height:20px;font-weight:bold;}.post-title a,.post-title a:visited,.post-title strong{display:block;text-decoration:none;color:#1b450b;}.post-title strong,.post-title a:hover{text-decoration:none;color:#F28510;}.post-body{width:820px;padding-top:0px;padding-bottom:0px;margin:0px;font-family:Arial,Helvetica,Sans-serif;font-size:12px;line-height: 20px;text-align:justify;color:black;}.post-footer{margin:2px 0;color:$sidebarcolor;font:$postfooterfont;}.comment-link{margin-$startSide:.6em}.post-body img{width:800px; height:650px;padding:6px 6px 6px 6px;background: #fff;border:1px solid #CCCCCC;margin:0 4px 4px 0;}

Image and video hosting by TinyPic

#Mungkin Perlu Anda Baca Juga :{display:none;}
#comment-form{display:none;}
#comments{display:none;}
#lsidebar-wrapper{display:none;}


July 31, 2011

Aktualisasi Spirit Perjuangan Gus Dur

July 19, 2011

Jakarta–Dalam rangka rangkaian Harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-13, hari ini, Selasa (19/7/11) PKB menggelar seminar Gus Dur di Kantor DPP PKB, Jl. Raden Seleh No. 9 Jakarta Pusat dengan tema “Aktualisasi Spirit Perjuangan Gus Dur”.

Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi mengatakan, acara ini bertujuan untuk menggali spirit perjuangan Gus Dur yang bisa digali dari sahabat-sahabat Gus Dur. Hadir sebagai pembicara dalam acara seminar Gus Dur yakni, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi), Radhar Panca Dahana (Budayawan), Romo Mudji Sutrisno (Rohaniawan), Ahmad Dhani (Musisi) dan sebagai moderator Dhaniel Johan (Wakil Bendahara DPP PKB).

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, Harlah PKB ke-13 ini memang sengaja banyak menggali spirit perjuangan para tokoh-tokoh NU, para pendiri PKB khususnya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

“memang saya minta kepada jajaran panitia Harlah PKB ke-13 untuk menggali spirit perjuangan para tokoh-tohkoh NU, pendiri PKB khususnya yang kita cintai KH. Abdurrahman Wahid.  Di Makassar kita seminar tentang Syech Yusuf Al Makasari, di Banten kita seminar tentang Imam Nawawi Al Bantani, di Jawa Timur kita seminar tentang Walisongo, lalu kita juga melakukan kajian tokoh-tokoh lokal pejuang-pejuang NU yang telah merintis seluruh keberhasilan perjuangan baik keagamaan budaya kultur maupun bangsa,” paparnya.

Cak Imin sapaan akrabnya, menerangkan, PKB dalam usia ke 13 sedang mengalami tahapan yang sangat berat ujiannya terutama didalam konfigurasi yang begitu pragmatis.  Politik oleh rakyat diartikan moneypoltik, bagi PKB sangat tidak mampu untuk hadir di dalam semua pertempuran yang moneypolitik. 

“Dengan uang pas-pasan, modal terbatas  tentu pendidikan politik jauh lebih perlu kita lakukan dibanding uang yang kita berikan, begitupula tarik menarik pragmatisme politikyang meraja rela yang membuat partai yang berduit lah yang berdaya membuat kita harus mampu menggali spirit perjuangan tokoh-tokoh NU dan pendiri PKB salah satunya Gus Dur,” terangnya.

Lebih lanjut, Cak Imin mengtakan, hari ini kita gali bagaimana spirit perjuangan Gus Dur, tanpa uang tanpa konsultan media, tidak pernah gusdur mendesain publik media tapi setiap statment Gus Dur adalah berita, beliau bahkan mengarahkan perubahan dengan caranya.  

“Tidak ada orang yang mengenal demokrasi, kalo bukan Gus Dur yang memulai.  Gus Dur dulu dikafirkan di Yahudikan di Israelkan hanya karena ngomong demokrasi yang hari ini kita nikmati bersama,” katanya. (mil/lie/dpp pkb or.id)


Ahmad Dhani: Agama Saya, Agama Islamnya Gus Dur

July 19, 2011

JAKARTA – Pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani menegaskan agama yang ia yakini saat ini adalah Islam seperti yang dianut Gus Dur.

“Agama saya, agama Islamnya Gus Dur, bukan agama Islam yang lain-lain,” ujarnya dalam Seminar Kebangsaan “Aktualisasi Spirit Perjuangan Gus Dur” dalam rangka Harlah ke-13 PKB di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (19/7/2011).

Pernyataan Dhani bukanlah hal yang baru, pasalnya musisi Indonesia ini merupakan orang yang memang mengagumi sosok Presiden RI keempat ini.

Menurutnya, dua aspek yang ia teladani dari seorang Gus Dur yakni sebagai orang Islam dan Gus Dur sebagai manusia.

“Kalau mengagumi sosok seorang Gus Dur sebagai sosok Kyai, saya bukan Kyai. Kalau mengagumi sebagai politikus, saya bukan politikus. Oleh karena itu saya melihat Gus Dur sebagai manusia dan orang beragama Islam, dua itu saja yang bisa saya teladani,” paparnya.

“Karena agama saya Islam, lahir sebagai orang Islam sehingga Gus Dur sebagai orang Islam yang saya teladani. Menjadi pedoman saya disamping banyak pemikiran-pemikiran keislaman Gus Dur yang saya sependapat dan saya sukai. Hampir 100 persen pemahaman Gus Dur tentang Islam saya yakini kebenarannya,” tukasnya. (sumber: tribunnews)


Presiden SBY: NU Konsisten Beragama dan Bernegara

July 17, 2011
Harlah NU Ke-85

Jakarta, “NU konsisten menegakkan negara kebangsaan yang berketuhanan, bukan negara agama dan bukan negara sekuler yang menyingkirkan agama. Sikap NU yang konsisten itu sangat diperlukan.”

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke-85 Nadhlatul Ulama siang tadi di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Yudhoyono memuji sejumlah sikap organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut karena sikap NU yang menyatakan diri konsisten menegakkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Negara Kesatuan RI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sejumlah tokoh tampak di tribun utama mengikuti puncak harlah. Di antaranya hadir Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Agama Suryadharma Alie, Menteri Pendidikan M Nuh, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
Tak ketinggalan, mantan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, Shinta Nuriyah Wahid beserta para putrinya, para duta besar, mursyid thoriqoh, dan lain-lain.
SBY mengeaskan, sikap konsisten dalam beragama dan berbangsa diperlukan agar Indonesia dapat menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya dari berbagai ancaman.

“NU mampu menunjukkan keteladanan dan kepeloporan dalam menjalankan ajaran agama Islam, serta membumikan Islam sebagai agama rahmat bagi alam semesta,” ujar SBY.
NU juga, kata Yudhoyono, memiliki reputasi baik dalam sejarah perjuangan bangsa. Dia juga mendukung upaya NU yang terus mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak sesuai dengan kepentingan rakyat.NU Online

Kang Said : NU Prihatin dengan Wajah Islam Bermuka Garang

July 17, 2011
Harlah NU Ke-85
Jakarta,Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memprihatinkan munculnya gerakan-gerakan yang mengancamkan keutuhan bangsa dan menampilkan Islam dengan muka garang. Karena itu, NU yang berfaham ahlussunah wal jamaah tampil dengan sikap tasamuh, tawasuthdan tawazun, akan berdiri tegak mempertahankan kedaulatan bangsa ini. 

Di samping itu, lanjutnya, NU akan menebarkan Islam rahmatan lil alamin yang ramah, tidak eksklusif, apalagi separatis di tengah keragaman dan kemajemukan bangsa ini. Bahkan ikut serta dalam perdamaian dunia.  “Indonesia merupakan negara berketuhanan. Tapi bukan negara agama, dan juga bukan negara sekuler. Dengan demikian, NU konsisten menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara. Setia pada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI” tegasnya, disambut tepuk tangan warga nahdliyin. Kang Said menambahkan, kami melanjutkan tokoh-tokoh NU berjuang mendirikan bangsa ini. Dan sejarah membuktikan, NU tak pernah berbuat onar apalagi separatis terhadap NKRI. Tapi sayangnya, ada sementara orang yang tidak tahu, pura-pura tidak tahu, dan tidak mau tahu.Di akhir pidatonya yang berlangsung pukul 13.30, ketua PBNU akan tetap mendukung pemerintah jika pro rakyat. Tapi jika tidak, NU akan mengkritiknya dengan cara hikmah. Puncak Harlah NU ke 85, dipusatkan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Ahad, 17/07. Jalanan yang mengarah ke Senayan dipenuhi sapanduk dan poster Nahdlatul Ulama.  Tribun penonton dihiasi gambar tokoh-tokoh organisasi terbesar di negeri ini, yang pernah mendarmabaktikan perjuangannya untuk mendrikan bangsa ini. Ratusan ribu warga nahdliyin, dengan atribut-atribut berlogo Nahadlatul Ulama, memadati lapangan sepak bola terbesar ini. Mereka datang dari berbagai wilayah seluruh Indonesia.  Selain itu, tokoh-tokoh sufi dunia dari berbagai tarekat, menyaksikan rapat akbar ini. Diantaranya Syekh Hisyam Khabani dari Amerika, Syekh Rajab dari Syiria didampingi Habib Luthfi bin Yahya dan tokoh-tokoh NU lainnya.  NU Online


As’ad Said Ali : NU dan Negara Ibarat Pinang Dibelah Dua

July 17, 2011

Harlah NU Ke-85

Jakarta-Hubungan NU  dengan negara ibarat pinang dibelah dua, sakitnya negara berarti sakitnya NU. Begitu pula derita NU berarti pula derita Negara. Meskipun demikian, sayang sekali, cukup banyak warga NU yang masih tergolong miskin, mereka umumnya petani, nelayan dan buruh tani di pedesaan.

Demikian disampaikan Ketua Panitia peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-85 Nahdlatul Ulama H As’ad Said Ali di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Ahad (17/7), saat memberikan sambutan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ratusan ribu warga Nahdliyin yang hadir. “Saya yakin pemerintah selalu memberikan perhatiannya terhadap warga NU,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu As’ad menyampaikan, panitia Harlah NU mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanan Harlah ini. Menurutnya, pihaknya telah bekerja selama sekitar tiga bulan, untuk mempersiapkan acara Harlah yang berlangsung satu Bulan penuh.

Rangkaian peringatan harlah ke-85 NU dimulai Launching 18 Juni yang lalu, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan seminar di berbagai kota besar di Jawa, Semarang, Bandung Surabaya dan Jakarta, tentang berbagai persoalan yang dihadapi umat. 

Peringatan Harlah kemudian dilanjutkan dengan al-Multaqa as-Shufi Al-Alamy(Pertemuan Shufi sedunia), kemarin tanggal 16 Juli. Pada saat bersamaan diselenggarakan Pameran ekonomi Kreatif warga Nahdliyin dan pagelaran seni religi dan budaya Nusantara. Rangkaian kegiatan terakhir akan diselenggarakan Silaturrahmi Ulama Afghanistan dengan ulama Indonesia dalam rangka merajut perdamaian di negara Islam tersebut yang akan berlangsung 18-19 Juli mendatang.

“Langkah ini merupakan upaya memberi makna kehadiran NU, bukan hanya untuk warga NU, tetapi juga untuk bangsa, bahkan untuk bangsa-bangsa di dunia ini. Misi ini diemban sebagai konsekuensi NU yang menggunakan simbol jagat yang berarti memiliki komitmen kesejagatan,” katanya.

Ditambahkan, Rapat Akbar yang kita laksanakan pada Siang ini merupakan Puncak dari Peringatan Harlah ke-85 NU, yang dihadiri lebih dari 120.000 warga NU yang terdiri dari kontingen Cabang dan Wilayah NU, para ulama dan warga pesantren, Muslimat, Fatayat IPNU-IPPNU, PMII, serta tak ketinggalan para personel Banser dan pendekar Pagar Nusa.

“Hadir juga perkumpulan majelis Taklim, para pimpinan tarekat baik dalam maupun luar negeri, yang kehadirannya kita harapkan dapat menyejukkan suasana di dalam negeri dan mendorong makin terjalinnya perdamaian dunia,” tambahnya.NU Online