Malik Haramain: Ongkos Birokrasi Yang Sangat Mahal Adalah Ironi Dalam Bernegara Saat Ini

JAKARTA– Tingginya ongkos politik yang harus dikeluarkan parpol maupun calon pemimpin di Indonesia menjelmakan “kartel” korupsi di tingkat elite. Pelayanan publik pun berjalan buruk. 

Dosen Pascasarjana Filsafat dan Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Haryatmoko mengungkapkan, Indonesia saat ini menghadapi tiga masalah besar dalam lingkup etika publik.Pertama, rendahnya kualitas pelayanan publik.Kedua,konflik kepentingan. Dan ketiga,banalitas korupsi. 

Ketiga hal ini terkait erat dan saling memengaruhi. Dalam prosesnya terbentuk kartel korup di tingkat elite. Dengan mengesampingkan etika dan moralitas,para elite bekerja sama untuk mendapatkan dan mengamankan kekuasaan dengan cara-cara korup. Saking mengakarnya, praktik seperti ini menjadi sulit sekali dikendalikan. 

“Yang terlibat dalam kartel seperti ini adalah jaringan parpol, pengusaha,lembaga legislatif, penegak hukum,dan birokrasi. Ketatnya persaingan dan parpol serta calon pemimpin yang tidak mengakar di masyarakat akhirnya menimbulkan biaya tinggi dalam politik. Kartel korup tak terhindarkan,” papar Haryatmoko di Jakarta akhir pekan lalu. 

Pria yang baru saja merilis buku Etika Publik untuk Integrasi Pejabat Publik dan Politisi ini menambahkan,politik yang penuh risiko dan ketidakpastian membutuhkan dana yang besar untuk “mengamankan” posisi para aktornya.Uang menjadi penguasa utama. Sayangnya, lembaga peradilan pun tidak steril dari kuatnya arus kartel korup ini. 

“Karena kekuasaan sudah disibukkan dengan konflik kepentingan dan korupsi,tidak heran bila pelayanan publik semakin buruk.Tak ada lagi etika publik,”ungkapnya. 

Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain mengatakan, ongkos birokrasi yang sangat mahal adalah ironi dalam bernegara saat ini. Padahal ketika ongkos birokrasi naik, dana untuk melakukan program akan berkurang. 

“Jadi kan aneh. Uang untuk membayar pegawainya meningkat, namun pekerjaannya justru makin kecil. Karena itu, kita selalu dorong agar reformasi birokrasi itu bukan sekadar di atas kertas,”ungkap politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (dpp-pkb.or.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: