DKN Garda Bangsa Adakan Pesantren Kilat Anti Teror

Jakarta– Maraknya aksi teror dengan mengatasnamakan Islam dewasa ini mengundang keprihatinan Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa). Bertempat di kantor sekretariat DPP PKB jalan Raden Saleh Jakarta, Organisasi sayap kepemudaan PKB ini mengadakan Pesantren Kilat Anti Teror, Kamis (18/8/11). Kegiatan ini diikuti oleh 300 pelajar setingkat SMU sewilayah Jakarta dengan menghadirkan nara sumber KH. Marzuki Mustamar, pengarang kitab “al-Muqtathofat li ahlil bidayaat”.


Dalam sambutannya, Ketua Umum DKN Garda Bangsa Hanif Dzakiri mengungkapkan, Islam Indonesia itu moderat dan anti kekerasan. Islam di Indonesia tumbuh dan berkembang seiring dengan proses kebudayaan dalam masyarakat. Tidak benar jika ada sekelompok orang membawa panji-panji Islam tetapi mengobarkan kebencian dan memicu kekerasan bernuansa agama dalam masyarakat.
Pada dasarnya Islam itu dien wal ummah, religion and nation (agama dan bangsa). Bukan dien wal daulah, religion and state (agama dan negara). Dengan begitu, politik Islam semestinya tidak berkepentingan dengan negara Islam, melainkan kebaikan masyarakat secara keseluruhan (rahmatan lil ‘alamin).

“Jadi, Islam Indonesia itu ya Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Itu pasti moderat, toleran, anti-kekerasan dan menolak ide negara Islam. Yang mengusung panji-panji Islam tetapi tidak rahmatan lil ‘alamin saya kira bukan Islam Indonesia. Itu Islam yang lain, yang asing dalam konteks kebudayaan masyarakat Indonesia yang majemuk,” kata Hanif

Lebih lanjut Hanif menerangkan, Nahdlatul Ulama (NU) beserta seluruh jejaring pesantren di tanah air merupakan jangkar nasionalisme Indonesia. Tradisi pemikiran dan keagamaan NU menjelaskan pada kita bahwa kita bisa menjadi orang Indonesia, sekaligus orang Islam.

“Anda bisa menjadi orang sunda, jawa, batak, melayu, betawi, aceh dan lain-lain, sekaligus menjadi orang Islam. Kejawaan seseorang tidak dipertentangkan dengan Islam. Demikian pula kesundaan, kebatakan dan lain-lain. Intinya, kita bisa menjadi orang Indonesia dan orang Islam sekaligus. Nggak harus jadi arab dulu baru bisa Islam,”katanya. (dpp-pkb.or.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: