PKB Parpol Pertama Yang Memenuhi Permintaan ICW

Jakarta, – Komitmen partai politik untuk terbuka dan mempertanggungjawabkan dana partai sangat lemah. Secara khusus, fenomena pelaporan keuangan yang kurang baik itu sekaligus memperlihatkan bahwa partai politik tidak disiplin dalam mencatat penerimaan, pengelolaan, dan pengeluaran dana partainya.

Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Apung Widadi menyebutkan, penilaian itu berdasar realitas sulitnya ICW meminta laporan pertanggungjawaban keuangan parpol yang berasal dari dana APBN. Sejak 28 Juni ICW telah melayangkan surat permintaan informasi, kemudian pada 28 Juli melayangkan surat keberatan. “Tertutup sekali,” sebut Apung, Rabu (17/8/2011) malam.

Catatan Kompas, pada Kamis (11/8/2011), sesuai permintaan ICW, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerahkan laporan keuangan parpol menyangkut dana yang bersumber pada APBN. PKB merupakan parpol pertama yang secara konkret memenuhi permintaan ICW. Padahal, keharusan memberikan laporan itu yang sudah dinyatakan sebagai informasi publik seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 mengenai Kebebasan Informasi Publik.

Pasca-Pemilu 2009, parpol peraih kursi DPR mendapatkan bantuan negara sebesar Rp 108 per suara sah yang diperolehnya. Pasca-Pemilu 2004, bantuan diberikan untuk parpol peraih kursi DPR dengan besar bantuan Rp 21 juta per kursi DPR per tahun. (sumber: KOMPAS.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: