Mulai Tahun 2012 Pemilukada Tidak Memilih Wakil Bupati

Jakarta– Penghapusan wakil kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah berpeluang besar direalisasikan tahun 2012. Usulan tersebut diharapkan didukung Komisi II DPR pada saat membahas revisi UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.

“Wakil kepala daerah tidak dipilih secara langsung, tapi melalui mekanisme penunjukan. Yang masih digodok dan dimatangkan sudah lebih maju, yakni bagaimana syarat wakil kepala daerah tersebut. Kalau lancar,RUU ini ditargetkan selesai tahun ini sehingga 2012 diterapkan,” tutur anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain,kemarin.

Usulan ini sebagai solusi atas banyaknya konflik kepala daerah dengan wakil kepala daerah yang sama-sama memiliki legitimasi kuat. Dalam catatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), disharmoni antara kepala daerah dan wakil kepala daerah sudah menjadi fenomena yang terjadi di hampir semua daerah.

Indikasi paling nyata terlihat ketika pilkada menjelang, lebih dari 80% kepala daerah dan wakil kepala daerah pecah kongsi bahkan berebut pengaruh untuk bertarung dalam pilkada berikutnya. Malik menjelaskan, draf RUU Pilkada yang diusulkan pemerintah memang sudah masuk tahap pembahasan intensif di DPR.

Sejauh ini belum ada tanggapan yang menolak penghapusan wakil kepala daerah dalam pilkada.Hanya, formula tentang penetapan wakil kepala daerah tersebut perlu diatur lebih jelas dan tegas. “Mekanisme penunjukannya bagaimana, itu kan masih perlu dimatangkan.Apakah misalnya kepala daerah mengusulkan tiga nama kemudian digodok di DPRD dan hasilnya dibawa ke pusat untuk disahkan? Atau ada sistem lain.Demikian juga tentang syarat-syarat wakil tersebut seperti apa,perlu dimatangkan,”katanya.

Dukungan terhadap penghapusan pilkada untuk wakil kepala daerah juga datang dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dalam draf RUU Pilkada yang mereka susun, diusulkan agar wakil kepala daerah dipilih melalui DPRD. Ketua DPD Irman Gusman menjelaskan, konsep yang diusulkan DPD adalah kepala daerah terpilih berhak mengusulkan dua calon wakil kepala daerah untuk diajukan ke DPRD.

Kemudian DPRD memilih salah satu dari dua calon tersebut. Setelah ditemukan wakil terpilih, maka bisa diusulkan pengesahannya ke pemerintah pusat. “Jadi wakil ini tetap sebagai jabatan politik, tapi posisinya secara politik tidak setara dengan kepala daerah. Ini kami yakini bisa menghilangkan banyaknya konflik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah akibat rebutan pengaruh maupun kuat-kuatan,”tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Dajohan mengatakan, draf RUU Pilkada yang diajukan pemerintah sudah menyusun syarat wakil kepala daerah.Wakil kepala daerah di dalam draf itu dipilih dari PNS yang memenuhi kriteria dan jenjang kepangkatan maupun prestasi tertentu.

“Usulan ataupun rekomendasinya diajukan oleh kepala daerah terpilih.Diajukannya langsung kepada Kemendagri untuk dinilai serta penetapannya. Syaratnya wakil itu minimal sudah memenuhi jenjang kepangkatan. Misalnya harus sudah eselon dua dan punya pengalaman mencukupi. Itu semua bisa diukur,”ungkapnya.

Mantan Rektor Institut Ilmu Pemerintahan ini menambahkan, jika wakil kepala daerah itu diangkat dari birokrat senior, fungsinya dalam membantu kerja kepala daerah akan lebih mudah dijalankan. Terlebih tak bisa dimungkiri banyaknya kepala daerah yang baru terpilih perlu waktu lama beradaptasi dengan pekerjaannya yang membawahi birokrasi serta dengan kewenangan besar di daerah.

“Menjadi kepala daerah jauh berbeda dengan menjadi pemimpin perusahaan atau direktur di perusahaan swasta. Padahal, kepala daerah bisa berasal dari berbagai latar belakang. Makanya fungsi wakil yang profesional dan birokrat dibutuhkan,”katanya.

Selain itu, Djohermansyah juga mengatakan bahwa draf RUU Pemda yang diusulkan pemerintah juga menjelaskan tentang diperbolehkannya jumlah wakil kepala daerah lebih dari satu.Penentuan jumlah tersebut bisa dilihat dari kompleksitas urusan daerah. (dpp-pkb.or.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: