Tamsil Linrung, Sutradara Dibalik Suap Kemnakertrans?

Kasus suap Kemenakertans mulai menemukan titik terangnya. Jika sebelumnya media dan juga publik menduga kasus ini melibatkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, ternyata tuduhan ke arah situ semakin kecil. Perlahan tapi pasti, mulai terkuak siapa aktor intelektual atau sutradara dibalik heboh kasus kardus durian ini.

 

Adalah Wa Ode Nurhayati, anggota Badan Anggaran DPR RI yang menyebutkan siapa sebetulnya aktor intelektual dibalik kasus tersebut. Kata Wa Ode, kasus suap Kemnakertrans terkait dengan Dana Penyesuaian Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) yang di Badan Anggaran DPR RI masuk domainnya Panja Transfer Daerah. Anggaran tersebut sudah lama menjadi mainan pimpinan Banggar dan Kementerian Keuangan. Kedua institusi ini lah yang menjadi aktor-aktor intelektual yang mengatur skenario bagaimana anggaran tersebut dimainkan bersama oknum kementerian teknis.
Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Ucok Khadafi, Koordinator FITRA, yang membeberkan secara rinci dan detail bagiamana cara kerja mafia anggaran di Banggar saat meng-arrange sebuah anggaran untuk dijadikan ‘’bancaan’’ antar mereka. Bahkan, kata Ucok, mereka mengatur permainan anggaran tersebut sampai ke hal-hal yang bersifat teknis, seperti membuatkan surat untuk diparaf oleh Dirjen kementerian tertentu hingga menyiapkan modus penarikan fee sekian persen untuk dibayar di muka.
Lantas siapakah orang Banggar yang disebut Wa Ode itu? Dugaan sementara mengarah ke Tamsil Linrung, Wakil Banggar dari Fraksi PKS. Hal ini bisa dilacak dari aktor-aktor penghubung yang memainkan peran utama dalam kasus ini, yaitu Sindu Malik, Dhani Nawawi dan Iskandar Prasojo (Acos).
Farhat Abbas, Pengacara Dharnawati, tersangka suap menyebutkan bagaimana Acos menelpon bupati-bupati untuk meminta fee 10 % di muka untuk proyek PPID. Acos selama ini adalah tangan kanan Tamsil Linrung. Acos bersekongkol dengan Sindu Malik, mantan pejabat di Kementerian Keuangan yang diduga juga sudah bekerja lama menjadi konsultan anggaran untuk Tamsil Linrung. Sindu Malik sendiri di Kemenkeu sudah lama menjadi incaran Inspektorat Jenderal Kemenkeu, namun selalu lolos karena ia memiliki jaringan cukup kuat.
Tamsil, Acos, Sindu Malik bahu membahu menskenario proyek PPID. Mereka sudah menyiapkan dengan rapi kabupaten mana saja yang akan mendapatkan proyek PPID, termasuk rekanan mana saja yang mengerjakan proyek tersebut. Berhubung usulan tentang kabupaten penerima PPID itu harus diusulkan oleh kementerian teknis, maka mereka menghubungi Kemenakertans. Untuk tugas itu, mereka dibantu Dhani Nawawi, calo anggaran lainnya yang memiliki kenalan dengan pejabat eselon Idan II di kemenakertrans yaitu Dadong dan Nyoman.
Bagaimana keterlibatan Ali Mudori dan Fauzi? Ali Mudori seperti disampaikan Lilik Wahid, sudah sangat kenal dekat dengan Sindu Malik. Bisa jadi Ali Mudhori dan Fauzi memang terlibat sejak awal, namun kemungkinan itu menjadi mentah karena jika sudah menggunakan Ali Mudori dan Fauzi, mengapa mereka masih memerlukan Dhani Nawawii? Seorang Ali Mudori saja atau Fauzi saja sudah lebih dari cukup untuk menjadi penghubung tim ini dengan pejabat kemenakertans. Seperti diketahui Ali Mudori dan Fauzi adalah mantan anggota tim asistensi Muhaimin Tahun 2010. Artinya, kemungkinan yang paling masuk akal adalah Ali Mudori dan Fauzi dilibatkan di tengah jalan atau di akhir skenario.
Bahkan, jika dilihat nilai suap yang hanya 1,5 miliar, dari total proyek 500 miliar, sangat mungkin Ali Mudori dan Fauzi dilibatkan diakhir skenario, atau persis pada saat suap  tersebut terlanjur tertangkap tangan oleh KPK. Bahkan, informasi yang beredar kuat, kabarnya Dadong dan Nyoman telah menghubungi Fauzi beberapa hari sebelumnya agar bersedia mengambil uang suap itu. Namun, untungnya Fauzi tidak mau, sampai akhirnya Dadong dan Nyoman tidak tahan sehingga mereka menerimanya sendiri dari Dharnawati. Saat itulah KPK menangkap basah mereka. Pada saat tertangkap basah, kabarnya Dadong dan Nyoman masih terus menghubungi Fauzi agar mau datang ke kantor untuk dijebak bersama-sama. Sayang, skenario itu gagal. Fauzi tetap tidak datang.
Melihat renteten kasus tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Sutradara Kasus Suap Kemenakertrans ini adalah Tamsil Linrung dan kawan-kawan. Mereka bermain sendiri dengan pejabat Kemenkeu dan Kemenakertans. Tapi begitu ketahuan KPK, mereka membuat skenario membelokkan kasus ini ke Muhaimin Iskandar. Namun, upaya mereka sepertinya sia-sia. Perlahan namun pasti, skenario mereka terbongkar dengan nyanyian Farhat Abbas dan juga Wa Ode. (kompasiana.com)
Salam Hangat,
Markus Sinaga
(penulis lepas, alumnus Fisipol UGM)
Sumber :
1. http://nasional.kompas.com/read/2011/09/16/15493476/Ali.Mudhori..Fauzi..Sindu.Malik..dan.Dani.Nawari.Dicegah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: