UU Penyelenggara Pemilu : Peran Parpol Sangat Dominan

Jakarta– Peran partai politik (parpol) dan DPR sangat dominan dalam UU Penyelenggara Pemilu yang baru saja disahkan. Tidak hanya menjadi penyusun UU, parpol dan DPR juga terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan pemilu. 



Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo saat membacakan laporan Komisi II DPR dalam rangka pengambilan keputusan di rapat paripurna menyatakan, beberapa substansi yang diatur dalam UU ini antara lain tidak ada tenggat waktu untuk mundur bagi kader parpol yang mendaftar sebagai penyelenggara pemilu. Kemudian, parpol yang punya kursi di DPR juga secara langsung menjadi unsur di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).


“Tentang persyaratan untuk menjadi anggota KPU, KPU provinsi, atau KPU kabupaten/kota serta Bawaslu yang berasal dari partai politik harus mundur pada saat mendaftar,” kata Ganjar di Jakarta kemarin. Sedangkan peran DPR terlihat sangat dominan karena mewajibkan penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk berkonsultasi dengan DPR dan pemerintah dalam menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan pemilu.


DPR juga punya peran besar di tingkat seleksi meskipun pembentukan tim seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. Dalam prosesnya, tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu harus melaporkan setiap tahapan seleksi kepada DPR. Dewan berhak menolak calon anggota KPU dan Bawaslu jika dinilai tidak memenuhi kriteria. “Namun (penolakan) dibatasi hanya satu kali dan selanjutnya presiden memberikan calon anggota KPU dan Bawaslu lain untuk kemudian dipilih DPR sebanyak yang diperlukan,” ungkapnya.


Peran lain DPR juga masih terlihat dalam pembentukan kode etik penyelenggara pemilu. Menurut Ganjar, kode etik dan tata laksana penyelenggara pemilu dibentuk dalam peraturan bersama antara KPU,Bawaslu,dan DKPP baru bisa ditetapkan setelah berkonsultasi dengan DPR dan pemerintah. “Untuk menjalankan tugas dan fungsi dalam penegakan kode etik, khusus untuk pembentukan peraturan DKPP harus berkonsultasi dengan pemerintah,” katanya.


Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Pramono Anung itu, pengesahan UU Penyelenggara Pemilu berlangsung mulus. Suasana tersebut kontras dengan alotnya perdebatan antar fraksi saat pembahasan UU ini di panja. Bahkan hanya ada satu anggota yang menyampaikan interupsi, Ahmad Ruba’i, dari Fraksi PAN. Dalam interupsinya, Ruba’i mengingatkan bahwa UU tersebut disahkan dengan catatan dari Fraksi PAN yang sejak awal menginginkan ada tenggat waktu minimum untuk kader parpol yang hendak menjadi anggota KPU atau Bawaslu.


Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan,UU Penyelenggara Pemilu kali ini banyak kemajuan dan pengetatan. Dia memaparkan, anggota KPU yang berhenti di tengah tugas bisa diberhentikan tidak hormat. UU juga mengatur sanksi administrasi. Hal itu tidak ada di UU sebelumnya. “Kita berharap ini menjadi UU yang bisa menjadi payung bagi terselenggaranya pemilu yang demokratis, jujur, dan adil.


Kita juga berharap penyelenggara pemilu ke depan tidak meninggalkan cerita negative karena ada yang masuk partai di tengah jalan,”ucapnya. Direktur Eksekutif Cetro Hadar Navis Gumay mengungkapkan, masuknya unsur parpol sebagai penyelenggara pemilu telah mencederai prinsip independensi sesuai amanat konstitusi. “Konstitusi telah menegaskan bahwa penyelenggara pemilu bersifat tetap, nasional, dan mandiri.


Mestinya DPR tidak bersikukuh memasukkan anggota partai dalam penyelenggara pemilu,” katanya. Namun, karena UU tersebut telah disahkan,pihaknya akan segera mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) begitu UU itu diberikan nomor oleh Presiden.


Koordinator Nasional Tepi, Jeirry Sumampow menilai, kader parpol yang masuk menjadi penyelenggara pemilu meskipun telah mundur tetap akan menjadi kader istimewa.Tidak menutup kemungkinan saat menjadi penyelenggara pemilu, kader tersebut telah bekerja menjalankan visi partainya. rahmat sahid /sindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: