Sistem Pemilu 2014 Akan Diubah

Ketua KPU, Abdul Hafidz Anshary

Jakarta – Sistem Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 rencananya akan diubah mengingat pemerintah akan mulai menerapkan mekanisme pemilihan elektronik (e-voting). 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary mengatakan, perubahan sistem ini diperlukan karena dalam pemilu sebelumnya banyak terjadi kesalahan. “Inovasi harus dilakukan dalam pemilu untuk mewujudkan e-voting di Pemilu 2014. Karena teknologi sudah maju, maka perubahan teknologi dalam pemilupunmutlakdilaku-kan,” tegas Hafiz Anshary dalam diskusi nasional “Peningkatan Inovasi Produk Nasional untuk Pemilu Elektronik di Indonesia” kemarin di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta.

Hafiz mengungkapkan,ada enam inovasi dalam mewujudkan e-voting pada Pemilu 2014. Pertama, pemilu yang mudah. Artinya,tidak mempersulit pemerintah dalam proses seluruh aktivitas pemilu. Kedua, pembiayaan yang murah.Dengan evoting, tidak lagi diperlukan surat suara yang menghabiskan banyak biaya.

Pada Pemilu 2009, ungkapnya,negara menghabiskan dana Rp20,3 triliun untuk keperluan pemilu. “Mesin pemungutan suara yang merupakan produk dalam negeri yang akan digunakan dalam e-votingpada Pemilu 2014 hanya seharga Rp15 juta, biaya lebih murah,”tandasnya. Kemudian ketiga, pemilu akan diarahkan lebih cepat. Keempat, cepat dan akurat.Dalam Pemilu 2009 lalu, banyak hasil pemilu yang diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini menunjukkan pemilu penuh masalah.Kelima, transparan dan keenam, pemilu harus menuju kepercayaan. Meski demikian, menurut Hafiz, diperlukan payung hukum untuk menunjang pelaksanaan e-voting ini.Sebab, sejauh ini belum ada peraturan yang secara detail mengatur e-voting. Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman mengatakan, penyelenggaraan e-KTP dan tahapan menuju e-voting tidak bisa dilakukan secara instan.

“ Untuk e-voting di Indonesia, perlu dilakukan secara bertahap karena setiap daerah berbeda,”paparnya. Menurut dia, sebenarnya pemerintah sudah melakukan percobaan e-voting pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah. Namun, sistem ini belum bisa digunakan sebelum adanya payung hukum yang kuat. robbi khadafi/sindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: