Wow….Larang Pasang Baligho PKB, Bendera PDIP Dibiarkan !

Leuwimunding Majalengka–Arogansi politik kembali dipertontonkan oleh penguasa pemerintah di Kabupaten Majalengka. Setelah beberapa waktu lalu Pemkab Majalengka mendapat sorotan dan cibiran dari masyarakat terkait ‘merahisasi’ kantor-kantor milik pemkab, kini giliran baligho DPC PKB Kabupaten Majalengka dilarang dipasang di arena MTQ tingkat Kabupaten Majalengka, sementara bendera PDIP tetap dibiarkan berkibar di lokasi yang  sama.
Kejadian ini bermula dari pemasangan Baligho PKB Majalengka ukuran 4×3 meter bergambar ketua DPC PKB Majalengka Nasir, SAg pada Senin malam (17/10/11) di depan alun-alun Kecamatan Leuwimunding. Lokasi ini rencananya akan dijadikan sebagai tempat pembukaan dan penutupan MTQ Tingkat Kabupaten Majalengka yang berlangsung mulai besok Rabu (19/10/11) hingga Jum’at (21/10/11). Saat pemasangan baligho berlangsung tidak terjadi apa-apa walaupun terlihat ada panitia lokal dan pegawai kecamatan yang menyaksikannya. Namun tadi pagi, Selasa (18/10/11) ada utusan dari pihak kecamatan meminta agar baligho tersebut dicabut dan dipindah ke tempat lain. 
Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ketua DPC PKB Majalengka Nasir, SAg, membenarkan kejadian itu. Dirinya mengaku dihubungi Camat Leuwimunding Junaidi yang meminta balighonya dicabut dan dipindahkan ke tempat yang netral. Awalnya dia menolak dengan alasan baligho itu hanya sebagai bentuk dukungan moral dan do’a dari dia sebagai anggota dewan dari Kecamatan Leuwimunding. Selain itu, di lokasi juga ada bendera PDIP ukuran jumbo yang dibiarkan berkibar. Namun karena pihak camat meminta pengertiannya akhirnya dia memilih mengalah. Baligho tersebut rencanana nanti malam akan dicabut dan dipindahkan ke tempat lain.
“Saya ini asli kelahiran Leuwimunding, rasanya sangat pantas jika pada momen MTQ yang dilaksanakan di wilayah kelahiran saya ini menyampaikan dukungan dan do’a agar kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. masa sih begitu saja ga boleh?”, kata Wakil Ketua DPRD Majalengka ini.
Terpisah, wakil ketua DPC PKB Majalengka bidang informasi, komunikasi dan hubungan antar lembaga , Imam Royani Az, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Pihaknya tidak habis pikir dengan perilaku aparat pemkab Majalengka. Hanya untuk menyenangkan Bupati yang notebene ketua DPC PDIP Kabupaten Majalengka sampai membuat tindakan tidak adil dalam memperlakukan parpol di Majalengka. Kejadian seperti itu menurut pengusaha asal Kadipaten ini sering terjadi. Imam mencontohkan adanya ‘merahisasi’ kantor-kantor milik pemkab dan berkibarnya bendera PDIP saat Bupati melakukan kunjungan ke daerah.  
“Masa sih setiap bupati berkunjung ke daerah bendera PDIP selalu dikibarkan? padahal itu acara masyarakat bukan acara partai”, katanya.
Ditambahkannya, dirinya meyakini bupati Sutrisno tidak memberikan instruksi kepada  aparat di bawahnya untuk melakukan hal-hal seperti itu. Namun dia mengharapkan agar Bupati juga memberikan arahan dan teguran agar aparatnya tidak melakukan perilaku itu. Jika Bupati membiarkan hal ini terus berlangsung, maka  tindakan aparatnya tersebut hanya akan merugikan Bupati sendiri karena masyarakat akan menilai Pemkab Majalengka bersikap arogan dalam berpolitik. (AN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: