Kementerian PDT Merasa Terbantu oleh Akbid Graha Husada

Cirebon – Proses wisuda mahasiswi Akbid Graha Husada Cirebon yang diselenggarakan di Grage Multifunction berlangsung tertib dan lancar, Sabtu (22/10). Prosesi wisuda tambah berkesan  dengan hadirnya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI yang juga ketua Dewan Pembina Yayasan Graha Husada, Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini.
Dalam sambutannya, Helmy menyampaikan ucapan selamat dan terimakasih kepada Akbid Graha Husada yang telah ikut serta dalam mencetak tenaga ahli di bidang kesehatan terutama bidang kebidanan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan Akbid Graha Husada telah ikut serta dalam mendukung dan membantu pemerintah dalam pembangunan di Indonesia. “Bagi saya, Akbid Graha Husada adalah salah satu akbid yang memiliki komitmen dengan pembangunan daerah tertinggal di Indonesia,” kata dia kepada Radar.
Bahkan dengan komitmen yang ditunjukkan Akbid Graha Husada, Helmy berencana akan melaporkan kepada menteri kesehatan, menkokesra, hingga kepada presiden. Sebab, di Cirebon yang merupakan tempat kelahiran dirinya, ada akbid yang memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan di daerah tertinggal. “Kami berharap, para lulusan Akbid Graha Husada untuk tidak takut ditempatkan di daerah tertinggal, karena di daerah tersebut justru memiliki potensi yang cukup besar,” ujarnya.
Kader PKB ini mengungkapkan, lulusan Akbid Graha Husada adalah bagian dari anak-anak bangsa yang ikut serta dalam pembangunan di Indonesia. Sehingga, selain ada kerjasama dalam menenmpatkan lulusan Akbid Graha Husada di daerah tertinggal, diharapkan akan ada kerjasama lainnya antara Kementerian PDT dan Akbid Graha Husada yang bisa dilaksanakan di tahun-tahun yang akan datang. “Selain itu, kami menginginkan agar MoU yang ada antara Kementerian PDT dan Akbid Graha Husada akan diperbarui,” ungkap Helmy.
Dikatakan dia, dari hasil pemetaan yang dilakukan Kementerian PDT, saat ini ada 183 daerah tertinggal di Indonesia dan 70 % atau 128 diantaranya berada di kawasan timur Indonesia dan secara geografis berada di kepulauan dan lokasinya terpencil. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, daerah-daerah terpencil tersebut hanya mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam satu tahun 0,1 poin hingga 0,3 poin. Sehingga, sejumlah daerah tertinggal tersebut baru bisa mengejar angka IPM Indonesia sebesar 70 poin, minimal baru bisa dilakukan dalam jangka waktu 30 tahun hingga 50 tahun.
“Salah satu yang menjadi indikator IPM adalah kesehatan yang di antaranya angka harapan hidup dan angka kematian ibu melahirkan. Sehingga, nantinya dengan ditempatkannya para lulusan Akbid Graha Husada di daerah tertinggal bisa meningkatkan IPM masyarakat khususnya di sektor kesehatan masyarakat,” tegas dia. (mam/adv/Radar Cirebon) .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: