Nahdhiyyin Majalengka Kecewa Gus Dur Tak Jadi Pahlawan Nasional

Majalengka – Penganugerahan gelar pahlawan nasional yang disampaikan langsung  presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di istana negara kemarin (8/11) menyisakan perasaan tidak enak di  kalangan warga nahdhiyyin Kabupaten Majalengka.  Pasalnya nama mantan Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak termasuk ke dalam 10 orang pahlawan baru tersebut.

Sekretaris PCNU Majalengka, Drs. Dedi Mulyadi MM saat dimintai komentarnya tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. “Jelas kami selaku warga nahdliyin merasa kecewa atas keputusan pemerintah yang tidak memasukkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional”, ungkapnya. 

Dikatakannya, sosok Gus Dur yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk menjaga keutuhan NKRI sudah sangat layak dianugerahi Pahlawan Nasional oleh pemerintah.  Ketokohan Gus Dur bukan saja telah diakui oleh seluruh rakyat Indonesia, tetapi juga oleh dunia internasional. Maka sangat disayangkan, lanjutnya, jika pemerintah tidak mau memberikan gelar Pahlawan kepada mantan presiden RI keempat ini.

Sementara tokoh muda NU Majalengka, Aan Subarhan, S.PdI, menilai tidak masuknya nama Gus Dur dalam penganugerahan Pahlawan Nasional tahun ini merupakan tindakan kontra produktif pemerintah dengan keinginan rakyatnya. Alasan yang dikemukakan pemerintah bahwa tidak ada pihak yang mengusulkan pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur dinilai Aan sebagai alasan yang lucu dan mengada-ada. Pasalnya, sejak Gus Dur wafat sudah banyak kelompok masyarakat yang mengusulkan hal itu. PBNU dan Fraksi PKB DPR RI secara resmi sudah mengajukan usulan itu. Bahkan Pemerintah Propinsi Jawa Timur dengan resmi menyatakan diri sebagai pihak yang akan mengajukan usulan tersebut.
“Saya mendengar dan membaca di beberapa media, pemprop Jawa Timur sampai harus beberapa kali ke Jakarta untuk melengkapi syarat-syarat pengajuan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional. Kok sekarang tiba-tiba alasannya belum ada yang mengusulkan, ada apa ini?” kata Aan.

Saat ditanya apakah ada muatan politis dalam hal ini? Alumnus Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo ini menjawab diplomatis “Semua urusan pemerintahan sarat dengan muatan politis, apalagi Gus Dur adalah pendiri PKB”, ujar Aan sambil tersenyum. (asep)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: