Dukung Calon Yang Berkonstribusi Nyata Kepada NU

January 5, 2012
SUMBER – Dalam perhelatan pemilukada mendatang, tentunya warga NU sangat menginginkan memiliki seorang pemimpin yang mampu memberikan kontribusi yang nyata kepada NU. Demikian diungkapkan Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Cirebon KH Lutfi El-Hakim dalam sambutannya di acara reses anggota DPR RI Komisi X, Dedi Wahidi di Gedung NU Center, Sumber (3/1).

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh warga nahdliyin yang hadir dalam kesempatan itu untuk berfikir bagaimana caranya mendapatkan seorang pemimpin yang dikriteriakan tersebut. “PKB kalah, NU juga kalah. PKB menang, NU juga menang,” katanya.

Dijelaskan, NU itu besar karena mayoritas di Indonesia. Namun, ironis jika selama ini apa yang dikehendaki oleh NU masih kalah terus. Mulai dari bupati, gubernur hingga Presiden. Mengapa? Karena NU dan PKB tidak bersatu alias tak kompak. “Disinilah kita perlu kekompakan, warga NU sudah punya wadah sendiri untuk berpolitik yakni PKB. Insya Allah kalau NU dan PKB bersatu, maka NU akan menang mulai dari atas hingga bawah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan hingga detik ini yang selalu memberikan kontribusi kepada NU khususnya pada warga nahdliyin dari mulai PBNU, PWNU dan PCNU adalah PKB. “Saudara-saudara kita yang ada di pengurus NU berjuang melalui NU, begitu pula yang ada di PKB berjuang untuk NU. Saya sangat mengharapkan sekali dukungan dari pada orang tua kami sendiri yakni NU termasuk Muslimat, Fatayat dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ternyata keinginan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Ali Murtadlo MA. Ia mengatakan bahwa salah satu obsesinya maju dalam bursa pemilihan ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu adalah NU dan PKB bisa menjadi satu keluarga yang harmonis untuk dijadikan suri teladan di Provinsi Jawa Barat. “Pesan dari Rois Suriyah, Insya Allah dalam waktu dekat NU dan PKB akan berbicara serius tentang bagaimana Kabupaten Cirebon ke depan nanti. Kesalahan yang lalu, tidak perlu kita bahas karena kita adalah satu keluarga,” pungkasnya. (Radar Cirebon/jun)

KH. Nuh dan H. Dedi Wahidi Pimpin PKB Jabar

December 4, 2011
Sekjen DPP PKB, Imam Nahrawi pimpin sidang pemilihan Muswil PKB Jabar
Majalengka – Seperti sudah diprediksi sebelumnya, Mantan Ketua PWNU Jabar H. Dedi Wahidi Spd akhirnya berhasil merebut kursi Ketua Tanfiz DPW PKB Jawa Barat periode 2011-2016, dalam gelaran Muswil III PKB yang berlangsung di Pontren Mansyaul Huda, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Sabtu (3/12/11).

Dedi secara meyakinkan terpilih aklamasi setelah dalam rapat pleno pemilihan meraup seluruh jumlah suara peserta Muswil sebanyak 27 suara dari 26 suara DPC dan 1 dari DPW demisioner. Sementara dalam pemilihan Ketua Dewan syura, KH. M. Nuh Ad Dawami dari Garut berhasil mengungguli para pesaingnya. Ulama Kharismatik yang juga wakil rois syuriyah PWNU Jabar ini dinyatakan sebagai Ketua Dewan Syura terpilih PKB Jabar setelah mendapatkan 23 suara dari 27 suara peserta Muswil. Calon lain yang mendapatkan suara KH. M. Adnan 1 suara, KH. Sarkosi Subki 1 suara dan KH. Abd. Azis Affandi 2 suara. 

Ketua Panitia Muswil, Drs Rasta, optimistis, dengan terpilihnya Ketua Tanfiz DPW Jawa Barat yang baru ini, suara PKB pada pemilu mendatang mampu meraih suara yang signifikan seperti yang terjadi pada Pemilu 1999 lalu.

Sementara itu, politisi PKB yang juga Menteri PDT, Helmy Faisal Zaini, berpesan agar kepemimpinan DPW PKB Jabar yang baru ini mampu membangun sinergitas antara NU dan PKB yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Helmy yakin, berbekal pengalaman dan kemampuan Dedi Wahidi, akan mampu membangun PKB sebagai partai yang kuat di Jawa Barat.
Apalagi, kata dia, PKB sudah sangat teruji dalam menghadapi sejumlah konflik dan guncangan politik.

“Saya berharap, dengan terpilihnya sahabat Dedi Wahidi ini akan mampu  meningkatkan suara  PKB pada semua ajang pesta demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Bupati Majalengka, H Sutrisno SE MSi, yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut, menyambut hangat gelaran akbar pesta demokrasi partai yang dirintis Gusdur tersebut. Menurutnya, siapa pun yang terpilih merupakan kader terbaik PKB yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat  serta mampu membangun sebuah kebijakan yang pro rakyat.

Duet Ketua terpilih ini selanjutnya dalam waktu dua minggu diberi tugas untuk menyusun kepengurusan lengkap PKB Jabar lima tahun ke depan. Keduanya dibantu 4 anggota formatur lainnya, yakni Ketua DPC PKB Karawang, Jimmy Zamakhsari, Ketua PKB Kabupaten Bandung H. Cucun Samsul Rizal, Ketua DPC PKB Cianjur Lepi Firmansyah dan Ketua DPC PKB Majalengka Nasir 
(abiabi/berbagai media)

Dedi Wahidi Calon Tunggal PKB Jabar

November 19, 2011
Cirebon – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) awal Desember mendatang, diprediksi akan berjalan lancar dan tanpa gesekan antarkader yang bisa mengganggu stabilitas internal. Pasalnya, diperkirakan hanya ada satu calon Ketua Dewan Tanfidz yang siap maju, Drs H Dedi Wahidi.
Kemungkinan munculnya calon tunggal diiyakan Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cirebon, Drs Zaenal Arifin Waud. Hingga beberapa pekan menjelang pelaksanaan muswil, kata Zaenal, belum mendengar adar calon lain selain Dedi Wahidi yang menyatakan kesiapan untuk maju menjadi nahkoda partai yang dilahirkan Nahdlatul Ulama (NU) ini.
Kondisi ini, kata dia, sangat menguntungkan DPC PKB Kabupaten Cirebon. Pasalnya, sudah jauh-jauh hari telah memproklamirkan dukungan terhadap mantan Ketua Tanfidziyah  PW NU Jabar itu.
“Kiprah beliau di NU menjadi modal kuat untuk memimpin PKB. Karena punya pengalaman, kami yakin Pak Wahidi dapat mengembalikan PKB Jawa Barat ke jalur yang diinginkan NU dan jalur perolehan suara maksimal dalam berbagai momentum politik,” ujarnya.
Senada disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Majalengka, Nasir SAg. Dia mempredikasi akan muncul calon tunggal dalam muswil yang akan diadakan di Majalengka. Selain Dedi Wahidi, belum ada yang berani menyatakan diri untuk maju.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil PKB Jabar, H Rastawiguna mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat dan koordinasi dengan DPP PKB, Muswil akan diadakan 3 Desember di Majalengka. Saat ini panitia sedang supersibuk menyiapkan segala sesuatunya, karena waktu pelaksanaan baru diputuskan. (lil/Radar Cirebon)

Majalengka Tuan Rumah Muswil PKB

November 17, 2011
Majalengka – Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Provinsi Jawa Barat tahun 2011, dipastikan akan dipusatkan Kabupaten Majalengka. Rencananya, bakal digelar 3 Desember mendatang di Pondok Pesantren Mansyaul Huda pimpinan Dr. KH Sarkosi Subkhi.
Sekretaris Panitia Muswil PKB, Cece Ashfiyadi S.Pd kepada Radar saat ditemui usai menggelar pertemuan internal di DPC PKB mengatakan, pertemuan akan dihadiri para petinggi partai berbasis massa NU dari seluruh Jawa Barat, DPW Jabar, dan DPP. Bahkan dikabarkan Menteri asal PKB Drs H. A. Muhaimin Iskandar M.Si dan Ir. H.A. Helmy Faishal Zaini akan hadir saat pembukaan muswil.
Lebih lanjut, Cece menambahkan, dalam kegiatan muswil tersebut, akan diisi kegiatan pelantikan jajaran pengurus DPC PKB Majalengka hasil muscab lalu, mengingat yang berhak menetapkan dan melantik pengurus DPC adalah DPW.
“Selain membahas program kerja wilayah PKB, dalam kegiatan muswil mendatang juga akan dilakukan pelantikan para pengurus DPC PKB,” jelasnya.
Ditanya apakah pada muswil itu akan membicarakan suksesi pilgub jabar mendatang, Cece enggan menjawabnya. “Lihat saja nanti,” ungkapnya singkat.
Sementara itu, melalui sambungan ponselnya, sekretaris DPW PKB Jawa Barat, Drs H Rastawiguna sempat memberikan reward (penghargaan) khusus kepada DPC PKB Majalengka atas keberhasilannya dalam pemilu 2008 lalu yang mampu menaikkan raihan suara pemilu dan kursi di DPRD Majalengka, yang mulanya 3 kursi menjadi 6 kursi. Keberhasilan tersebut, kata dia, harus diapresiasi. Dia meminta agar perolehan kursi PKB di DPRD Majalengka ditingkatkan menjadi 10 kursi.
“Keberhasilan PKB Majalengka yang bisa meningkatkan perolehan suara menjadi 100% patut menjadi contoh dan mampu menjadi motivasi bagi DPC PKB lainnya di Jawa Barat,” terangnya singkat. (pai/Radar Cirebon)

Lindungi Pasar Tradisional, Pemkab Indramayu Tunda Ijin Puluhan Mini Market

November 3, 2011

Indramayu– Puluhan minimarket di Kabupaten Indramayu yang mengajukan izin usaha terpaksa ditunda. Penundaan dilakukan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Indramayu hingga menunggu keluarnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pembatasan Minimarket. 

Kabid Penanaman Modal BPMP Kabupaten Indramayu Dadang Oce Iskandar mengatakan, penundaan perizinan dilakukan untuk membatasi jumlah minimarket yang saat ini terus menjamur.”Kami terpaksa tidak memproses pengajuan izin pendirian minimarket, karena saat ini banyak keluhan dari masyarakat,”ujar dia. Dadang mengatakan, pengajuan izin pendirian minimarket ini dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Indramayu. ”Proses perizinan akan mengacu pada perbup yang saat ini tengah digodok.

Nantinya, aturan pemberian izin akan lebih ketat,tujuannya untuk melindungi pasar tradisional,” ungkapnya. Menurut dia, maraknya keberadaan minimarket dikarenakan adanya dukungan dari aturan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI Nomor 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pasar Pembelanjaan, dan Toko Modern. Berdasarkan data BPMP Kabupaten Indramayu,terdapat 88 minimarket yang tersebar di sejumlah kecamatan.Beberapa di antaranya berlokasi di dekat pasar tradisional.

Maraknya minimarket di sejumlah kecamatan merupakan imbas dari Permendag yang dinilai masih menimbulkan pro dan kontra. Dalam Permendag tersebut juga dinilai tidak konsisten dalam hal perizinan minimarket terutama dalam hal pengaturan jarak. ”Upaya pembatasan jam operasional juga tengah kami tata ulang, agar kelangsungan pasar tradisional juga tetap terlindungi,”katanya. Sementara itu, Ketua Institute Transformasi Sosial (Intras) Agus Somad mengatakan,pembatasan minimarket merupakan sebuah dilema.Di satu sisi,Permendag mengatur tentang pendirianminimarket, namundisatu sisi dikhawatirkan akan mematikan pasar tradisional.

”Kami mendukung upaya pembatasan minimarket,namun harus didasarkan atas pijakan aturan yang lebih tinggi,”katanya. Salah satu cara yang dilakukan agar keberadaan minimarket tidak terpengaruh terhadap keberadaan pasar tradisional adalah pembatasan jam operasional. tomi indra/sindo


Purwakarta, Baca Tulis Alquran Masuk Kurikulum

September 15, 2011

Purwakarta – Pemkab Purwakarta memasukan baca tulis Alquran dalam kurikulum sekolah.  Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) No 25/2011 tentang Baca Tulis Alquran sebagai Kurikulum Daerah Wajib bagi Peserta Didik/Warga Belajar yang Beragama Islam. Perbup ini mulai efektif 12 September 2011. Sosialisasi kurikulum ini sudah diberikan pada semua kepala sekolah di Pendopo Setda Purwakarta, kemarin. 


Mereka diberi pengarahan soal kurikulum baca tulis Alquran agar ada kesepahaman dalam memberlakukannya di masing-masing sekolah. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Panda Dinata menjelaskan, kurikulum ini berlaku dari tingkat SD sampai SMA/SMK. Baca tulis Alquran menjadi bidang studi yang diajarkan kepada setiap siswa, atau melalui intra dan ekstrakurikuler. Sehingga kurikulum ini menambah pelajaran agama di sekolahsekolah.

“Selama pelaksanaannya akan terus kita evaluasi, sejauh mana perkembangan penerapan di semua jenjang pendidikan yang ada,” kata Panda. Bupati Dedi Mulyadi mengatakan, khusus bagi siswa nonmuslim juga diberlakukan sama. Artinya, mereka mendapat tambahan kurikulum sesuai dengan agama dan keyakinannya masingmasing. (asep supiandi/Sindo)


PKB Jabar Rampungkan Verifikasi

June 1, 2011

Bandung–Setelah bekerja keras selama hampir 3 (tiga) bulan, akhirnya DPW PKB Jabar berhasil merampungkan persyaratan verifikasi internal partainya. Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris DPW PKB Jabar, Drs. H. Rasta Wiguna, di kantor sekretariat DPW PKB Jabar, Jln. BKR Lingkar Selatan Bandung, Rabu (1/6/11).

Menurut H. Rasta, demikian panggilan akrab politisi asal Indramayu ini, sebanyak 26 DPC PKB kabupaten/kota se-jabar kini telah menyerahkan semua berkas persyaratan verifikasi ke DPW PKB Jabar. Berkas tersebut berupa dokumen persyaratan verifikasi tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. Untuk tingkat Kabupaten/Kota sebanyak 26 DPC sudah menyerahkannya. Sementara untuk tingkat kecamatan sudah lebih dari 80 persen masuk ke DPW.
“Alhamdulillah, PKB Jabar sudah 100 persen menyelesaikan persyaratan verifikasi ini. Kami sampaikan penghargaan dan terimakasih kepada semua DPC dan DPAC yang telah bekerja keras”, ujarnya.
Rencananya, lanjut H. Rasta, semua berkas persyaratan ini akan segera diserahkan kepada DPP PKB di Jakarta Kamis (2/6/11). Namun untuk memastikan legalitasnya, tim verifikasi internal PKB Jabar malam ini akan melakukan ceck list terhadap semua berkas yang diajukan oleh DPC. (abi)